Medan, (beritasumut.com) – Membangun kota yang berperadaban tidak hanya menyangkut dimensi fisik, tetapi juga mental dan spiritual sehingga mewujudkan pengembangan masyarakat yang punya karakter, berkepribadian luhur dan Islami. Pembangunan kota pada dasarnya diorientasikan kepada pengembangan masyarakat yang memiliki peradaban. Di samping itu salah satu modal dasar dalam pembangunan kota adalah sumber daya manusia (SDM).Demikian disampaikan Wali Kota Medan diwakili Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis ketika menghadiri diskusi publik (muzakarah) yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI Kota Medan dengan mengusung tema “Peran Strategis Umat Islam Dalam pembangunan Peradaban Kota Medan” di Amaliun Convention Hall, Jalan Nusantara, Medan, Kamis (20/11/2014).Untuk itulah mantan Kepala Bappeda Kota Medan ini menyambut baik digelarnya muzakarah ini. Apalagi tema yang diangkat memiliki makna penting dan strategis, sebab sangat terkait untuk mendorong partisipasi publik dalam pembangunan kota. Sedangkan partisipasi merupakan salah satu pilar pokok untuk lebih memberhasilkan pemabngunan pada masa yang akan datang.Selanjutnya Sekda mengungkapkan, salah satu modal pembangunan kota adalah SDM. Dengan penduduk lebih kurang 2,7 juta jiwa dan penduduknya mayoritas beragama Islam, salah satu strategi pembangunan kota yang harus diperkuat pada masa mendatang yakni pemberdayaan masyarakat, termasuk di dalamnya umat Islam.“Atas dasar itulah pemberdayaan umat dalam kebijakan pembangunan kota akan menjadi mesin pertumbuhan dalam membangun kota pada masa yang akan datang. Di samping itu pembangunan kota juga diarahkan untuk mewujudkan masyarakat religius. Untuk itu kita berharap terwujud masyarakat yang menjalankan ibadahnya secara baik dengan rasa aman dan nyaman. Kemudian adanya toleransi serta kerja sama antar umat beragama,” kata sekda.Lebih jauh Sekda menambahkan, pembangunan sosial keagamaan akan terus ditingkatkan baik melalui dukungan bantuan peningkatan sarana ibadah, penyelenggaraan even-even sosial keagamaan serta bantuan-bantuan peningkatan pengetahuan agama bagi masyarakat. Hal ini dilakukan agar dalam pembangunan ada keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara fisik dan mental spiritual.Sekda percaya kedudukan, fungsi dan peranan umat Islam untuk memberhasilkan pembangunan kota cukup kuat. Malah dalam sejarah Kota medan, peradabannya sangat dipengaruhi kebudayaan umat Islam. Sebagai mayoritas kata sekda, umat Islam mampu mengayomi umat lainnya sehingga Kota Medan dikenal sebagai kota multikultural dengan harmonisasi sosial dan kerukunan antar umat beragamanya sangat baik. Sebelum menuntaskan sambutannya, sekda berharap agar muzakarah ini dapat menghasilkan berbagai saran dan masukan yang konstruktif untuk pembangunan kota pada masa yang akan datang dengan karakter multikultural. Kemudian mengajak semua untuk meningkatkan partisipasi dalam pembangunan kota, baik di bidang fisik, ekonomi maupun sosial budaya.Ketua MUI Kota Medan M Hatta menjelaskan tujuan digelarnya muzakarah ini untuk memberikan masukan dan saran bagi Pemko Medan selaku umaro dalam membangun Kota Medan yang tercinta ini. Untuk itu seluruh hasil diskusi yang melibatkan para tokoh agama dan cendikiawan Muslim ini nantinya akan diserahkan kepada Pemko Medan. Untuk itu sejumlah narasumber dihadirkan dalam muzakarah ini diantaranya Syahrin Harahap, Subilhar, Haidar Putra Daulay dan Azhari Akmal Tarigan. (BS-001)