Panyabungan, (beritasumut.com) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 224/614/K/2014 tentang pembekuan Pengurus Badan Pemangku Adat Mandailing Natal (BPA Madina) Periode 2012-2017. Pembekuan tersebut membuat pengurus BPA Madina yang merupakan keturunan raja-raja Mandailing, murka.“Kita menilai Surat Keputusan Bupati Madina tersebut cacat hukum dan tidak sesuai dengan Anggaran Dasar BPA Madina,” ujar Ketua BPA Madina Periode 2012-2017 Baginda Mangaraja Soaloon Nasution di Panyabungan, Selasa (11/11/2014).Salah satu poin dalam SK pembekuan disebutkan Pengurus BPA Madina sudah uzur atau lanjut usia sehingga tidak bisa melaksanakan tugas. Namun hal tersebut dibantah Baginda Mangaraja Soaloon Nasution. Menurut Baginda Mangaraja Soaloon Nasution, Pengurus BPA Madina tidak pernah diundang ataupun diikutsertakan untuk musyawarah.Baginda Mangaraja Soaloon Nasution juga menilai SK pembekuan BPA Madina ini sepihak. Sebab kepengurusan ataupun kegiatan BPA tidak pernah vakum sebagaimana yang dituduhkan dalam SK Bupati tersebut."Apabila Pemkab Madina berniat membentuk lembaga pelestarian budaya Mandailing Natal, tidak masalah. Tapi janganlah Badan Pemangku Adat yang sebelumnya sudah ada, dibekukan," tegas Baginda Mangaraja Soaloon Nasution.Kemudian terkait surat perintah Bupati Madina membentuk panitia adhoc kepada Ali Rahman Nasution, Emil Nasution, Riza Pahlepi, Syaifuddin Lubis dan Ali Sutan Nasution, Baginda Mangaraja Soaloon Nasution mengatakan orang-orang tersebut tidak pernah masuk dalam kepengurusan BPA Madina.“Orang yang masuk pada kepengurusan BPA Madina jelas diakui sebagai raja didaerahnya (luat), sementara orang-orang yang ditunjuk tersebut masih diragukan,” imbuhnya.Masih menurut Baginda Mangaraja Soaloon Nasution, BPA Madina telah melakukan urun rembuk serta telah berdiskusi dengan raja-raja di beberapa luat mulai dari Pidoli Lombang, Gunung Tua, Hutabargot, Huraba, Panyabungan Julu, Tangga Bosi, Mompang Jae,Pidoli Dolok, Runding, Manambin, Singengu, Mompang Julu, Hutapungkut, Kotanopan dan Tamiang Sinonoan. Hasilnya, mereka menolak keras SK Bupati Madina yang melakukan pembekuan BPA Madina 2012-2017."Seluruh raja-raja di beberapa luat dan pengurus BPA Madina telah sepakat menolak keras SK pembekuan BPA Madina yang ditandatangani Bupati Madina. Semuanya telah membubuhkan tanda tangan, dan surat penolakan ini akan disampaikan kepada Bupati Madina," tegas Baginda Mangaraja Soaloon Nasution.Bila dalam waktu dekat belum ada tanggapan Bupati Madina tentang surat penolakan tersebut, Baginda Mangaraja Soaloon Nasution mengatakan pihaknya bersama raja-raja dari seluruh luat di Madina akan mendatangi Dahlan untuk mempertanyakan secara langsung. (BS-026)