Dedi Ditemukan Tewas Tergantung di Kontrakan

Redaksi - Senin, 10 November 2014 15:06 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir112014/beritasumut_Lokasi-Dedi-Tergantung.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Tempat Dedi Syahputra ditemukan tewas tergantung. (A Chan)
Medan, (beritasumut.com) – Warga Jalan Karya Setuju Gang  Bilal, Lingkungan XII, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, heboh.Pasalnya, seorang warga Dedi Syahputra (28) ditemukan tewas membusuk dirumahnya. Saat ditemukan, pria beranak dua ini tergantung di kamar rumah berukuran 4x5 yang dikontraknya.Informasi yang dihimpun, awalnya pihak keluarga tak melihat korban selama dua hari lamanya.  Melihat itu, pihak keluarga mendatangi rumah kontakan anak kedelapan dari sepuluh bersaudara yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah orang tuanya."Kebetulan korban baru pulang merantau. Baru beberapa hari balik ke Medan. Karena beberapa hari tidak kelihatan, disitulah dicari keluarganya," ujar tetangga korban, Sri (40).Setelah beberapa hari menghilang, pihak keluarga menemukan korban tewas membusuk di kamarnya. "Pertama kali menemukan adiknya. Sebelumnya, tercium bau busuk seperti bangkai tikus di belakang rumah korban," katanya.Karena penasaran, keluarga kemudian mencari bau busuk tersebut. Ternyata bau busuk tersebut berasal dari kontrakan korban. "Saat didobrak, anaknya sudah tergantung," ujarnya.Ia menduga, korban diduga dibunuh dan untuk menghilangkan jejak pelaku korban dibuat seolah-olah gantung diri."Tidak mungkin bunuh diri ini, karena talinya tidak utuh menjeratnya. Kakinya juga cecah ke tanah," ujarnya.Kepala Lingkungan XII Karang Berombak M Azhar juga mengaku ada kejanggalan dalam penemuan jasad korban. "Ada kejanggalan, masa dua hari tidak ada yang tau korban tewas. Wajahnya juga penuh luka lebam dan mengeluarkan darah," katanya.Polsek Medan Barat dan Tim Inafis Polresta Medan yang mendapat informasi itu langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara."Pihak keluarga tidak mau dilakukan otopsi. Keluarga korban juga sudah buat pernyataan tidak akan menuntut di belakang hari dan selanjutnya korban akan dimakamkan," kata Kanitreskrim Polsek Medan Barat AKP Simeon.Sementara itu, orang tua korban Ipah mengaku pasrah dengan kepergian anaknya. "Sudah pasrah aja, walapun ada kejanggalan ditemukan," ujarnya. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Walikota Medan: Program Masjid Mandiri untuk Perkuat Perekonomian Umat

Peristiwa

Pemko Medan Dukung Digelarnya Muslim Berdedikasi, Semoga Bermanfaat dan Pererat Ukhuwah Islamiyah

Peristiwa

Masjid Az-Zahra Resmi Direnovasi, DPD RI: Masjid Harus Jadi Tempat Menyelesaikan Masalah

Peristiwa

ProDem Sumut: Dukungan Dedi Mulyadi Capres 2024 Sukarela

Peristiwa

Miliki Konsep Filantropis, Prodem Sumut Deklarasikan KDM Capres 2024

Peristiwa

Polisi Bongkar Makam Joko Dedi Kurniawan di Deli Serdang, Keluarga Nilai Ada Kejanggalan