Medan, (beritasumut.com) – Aksi menentang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terus terjadi. Puluhan mahasiswa di Medan berunjuk rasa menyuarakan penolakannya terhadap kebijakan itu.Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiswa Muslimin Indonesia (KAMMI) berunjuk rasa di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Medan dan Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (5/11/2014).Dalam aksi tersebut, mereka membawa poster dan spanduk berisi penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM. Di antara spanduk itu menerakan "BBM Naik Sama Dengan Membunuh Rakyat".Di Bundaran Majestik, mahasiswa juga menggelar orasi secara bergantian. Mereka meneriakkan yel-yel mendesak Presiden Joko Widodo turun jika tetap menaikkan harga BBM.Para mahasiswa juga sempat melakukan konvoi di jalan sambil mengajak masyarakat untuk menolak rencana kenaikan harga BBM. "Pemerintahan Jokowi-JK tidak pantas menaikkan harga BBM di tengah kondisi harga BBM dunia stabil. Kami mengecam sikap partai pendukung Jokowi yang sebelumnya mengaku partai wong cilik namun menyetujui kenaikan harga BBM. Seharusnya, pemerintah merancang antisipasi dengan mengembangkan energi alternatif," ujar Koordinator Aksi Rico Putra Tanjung.Aksi menentang rencana kenaikan harga BBM ini bukan yang pertama di Medan. Dua hari sebelumnya, Senin (3/11/2014), penolakan serupa disampaikan seribuan buruh yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan. (BS-001)