Jakarta, (beritasumut.com) – Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) membuka secara resmi Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2014 di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (1/11/2014) pukul 09.50 WIB. Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk. Saat memukul beduk, JK yang juga Mustasyar PBNU itu didampingi Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Seperti dilansir nu.or.id, sebelumnya JK dalam sambutannya mengapresiasi peran para ulama yang dinilai sukses menjaga keharmonisan bangsa Indonesia yang beragam. JK juga mendorong NU tak hanya fokus pada urusan ubudiyah, melainkan juga hal-hal lain, khususnya pemberdayaan ekonomi. “Ini sesuai dengan doa kita, kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Harus ada keseimbangan antar keduanya,” ujarnya.Munas-Konbes NU 2014 akan berlangsung sampai Ahad (2/11/2014) dan diikuti utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari 33 provinsi. Pada forum tertinggi setelah Muktamar NU ini, musyawarin akan menyoroti berbagai isu keagamaan, kenegaraan, kemasyarakatan, hingga internal organisasi.Pembagian komisi munas-konbes tahun ini tergolong lebih ramping dibanding Munas-Konbes NU 2012 di Cirebon, Jawa Barat. Musyawirin dibagi dalam tiga komisi, yakni komisi bahtsul masail, komisi organisasi, dan komisi rekomendasi.Komisi bahtsul masail akan menyoroti persoalan konsep Ahlul Halli wal Aqdi, hukum aborsi kedaruratan medis dan hamil akibat perkosaan, kode etik penyiaran agama, serta negara dalam pandangan Aswaja. Sementara komisi organisasi selain meninjau AD/ART NU, juga membahas sistem baru rekrutmen ketua umum dan rais aam di NU. (BS-001)