SMA Negeri 4 Medan Gelar Reuni Nasional di Jakarta

Redaksi - Senin, 20 Oktober 2014 14:42 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir102014/beritasumut_Reuni-Nasional-SMAN-4-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi dan Menko Kesra Agung Laksono berbaur bersama alumni SMAN 4 Medan dalam Reuni Nasional yang digelar di Mall Mega Kemayoran, Jakarta, Jumat (17/10/2014) malam. (Ist)
Jakarta, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi mengajak seluruh alumni SMA Negeri 4 Medan untuk terlibat aktif dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan nasional. Bangsa yang kuat harus dilandasi SDM berkualitas dalam menghadapi tuntutan dunia kerja di masa mendatang.Ajakan tersebut disampaikan Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi dalam acara Reuni Nasional SMA Negeri 4 Medan yang digelar di Mall Mega Kemayoran, Jakarta, Jumat (17/10/2014) malam.Hadir dalam reuni tersebut Menteri Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono dan seratusan alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni (IKA) SMA 4 Medan dari berbagai angkatan.Dalam kesempatan itu, Erry menyatakan, kualitas dan mutu pendidikan satu daerah dengan daerah lain masih berbeda, baik tingkat SD, SMP hingga SMA. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab, diantaranya ketersediaan Sumber Daya Manuasi (SDM) tenaga pengajar yang terbatas, sarana dan prasarana belajar mengajar yang masih minim serta metode dan kurikulum mengajar yang belum diterapkan sesuai anjuran.“Persoalan dan kendala dalam meningkatkan mutu pendidikan di tanah air memang kompleks. Tetepi ditengah keterbatasan yang ada, kita harus terus berupaya mencari jalan keluar dalam meningkatkan SDM generasi muda,” ujar Erry.Erry menilai, upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, tidak hanya dengan penerapan Ujian Nasional (UN) sebagai standarisasi, namun harus dituntang penyiapan tenaga pengajar yang andal dan menguasai metode pengajaran.“Program sertifikasi guru itu sangat dibutuhkan. Itu menjadi standard bagi tenaga pegajar di seluruh tingkatan pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA,” ujar Erry.Sebagai Ketua alaumni SMA Negeri 4 Medan, Erry juga mengajak seluruh alumni untuk berkontribusi dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan nasional dengan menggagas berbagai program.“Mari kita mulai dari SMA Negeri 4 Medan dahulu. Kemudian menyusul secara nasional. Sedikit yang kita buat, tetapi itu lebih baik dari tidka berbuat sama sekali,” ajak Erry.Erry juga mengatakan, pendidikan kewirausahaan sebaiknya mulai ditanamkan pada siswa tingkat SMA dengan memberikan keahlian khusus sebagai bekal di masa mendatang. Pembekalan keahlian selama hanya diberikan kepada pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “SMA selama ini sering dianggap sekolah yang mempelajari bidang umum, meski telah dibagi dalam beberapa golongan. Misalnya jurusan IPA yang berisi pelajaran jenis eksakta. Jurusan sosial dan jurusan bahasa. Tidak seperti SMK yang dilengkapi dengan praktik langsung sesuai jurusannya. Ada kelistrikan, komputer dan lain sebagainya,” ujar Erry.Untuk itu, Erry berharap alumni dapat mendorong pengelola sekolah untuk lebih kreatif memberikan pendidikan keahlian kepada pelajar SMA sebagai tambahan pendidikan umum.“Pihak sekolah bisa merangkul dunia industri, perusahaan maupun pelaku usaha untuk bekerjasma membekali para siswa dengan ilmu kewirausahaan. Dengan begitu, akan tumbuh bibit pengusaha muda berbakat yag telah terdidik sejak bangku SMA,” ujar Erry.Erry mencontohkan, permainan menyusun balok “tetris game” merupakan hasil produksi pelajar SMA di Jepang. Pembuatan dilakukan sebagai ekstrakurikuler di sekolah masing-masing yang kemudia di eksport ke sejumlah negara Asia.“Bukan berapa jumlah uang yang dihasilkan, tetapi mendidik siswa berkreatifitas sejak dini. Mendidik siswa membangun usaha mandiri. Itu baik untuk bekal di masa mendatang,” papar Erry.Khusus di SMA Negeri 4 Medan, sangat memunginkan pengelola sekolah untuk mendatangkan istruktur tata busana atau perajin tenun untuk memberikan materi dan praktik kepada siswa. Bagi siswa yang memiliki kemauan, program tersebut sangat bermanfaat. Tentu kegiatan ini menambah jam siswa berada di ligkungan sekolah.“Hasil tenunan karya siswa akan dipasarkan oleh sekolah. Dengan begitu, para siswa akan luput dari kegiatan kurang baik, bahkan diharapkan terhindar dari jeratan bahaya narkoba yang kerap mengancam di luar sekolah,” harap Erry.Sementara Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, Reuni Nasional SMA Negeri 4 berlangsung secara berkala tiap tahun. Tujuannya untuk mengeratkan silaturahmi antara alumni yang telah tersebar di sejumlah kota.“Saya berharap, selain silaturahmi, reuni nasional juga sekaligus menelurkan ide, gagasan, buah fikiran dalam membangun bangsa. Alumni SMA 4 Medan memiliki tanggungjawab yang sama memajukan bangsa dan negara,” ujar Agung.Dalam Reuni Nasional SMA Negeri 4 Medan, panitia pelaksana menyerahkan bantuan kepada perwakilan sejumlah masjid dan gereja di Jakarta. Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kerukunan umat beragama.Acara reuni nasional berlangsung penuh keakraban, berbaur satu dengan lainnya tanpa membedakan stutus sosial. Selain dimeriahkan artis ibukota, sejumlah alumni bahkan menyumbangkan suara diiringi Band Amigos. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

4 Prodi Unimed Kembali Raih Akreditasi A

Peristiwa

Seleksi Jalur Mandiri Unimed di Perpanjang Hingga 20 Juli 2016

Peristiwa

Unimed Terapkan Pembayaran Pajak Melalui E-Billing

Peristiwa

12 Rektor LPTK Negeri se-Indonesia Teken MoU di Medan

Peristiwa

Peta Bahaya Gempa Bumi Indonesia Diperbaharui 2016 Ini

Peristiwa

PUPR Kumpulkan Para Pakar Memperbaharui Peta Gempa Indonesia 2016