Seribuan Petani Demo di Medan

Redaksi - Rabu, 24 September 2014 13:29 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092014/beritasumut_Demo-Hari-Tani.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Seribuan petani berunjukrasa di depan Gedung DPRD Sumut. (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Seribuan petani berunjukrasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (24/9/2014). Pendemo menuntut reforma agraria dan kebijakan yang menyejahterakan petani.Para petani yang berunjukrasa tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumut. Mereka berunjukrasa bertepatan dengan Hari Tani Nasional.Massa memulai aksinya dengan melakukan longmarch dari Lapangan Merdeka menuju Gedung DPRD Sumut. Di sana mereka berorasi dan menyampaikan pernyataan sikapnya."Laksanakan reforma Agraria sesuai dengan amanat Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960 untuk mewujudkan kemandirian pangan," ujar Koordinator Aksi Zubaidah.Massa SPI juga menyatakan kebijakan pertanian yang dijalankan pemerintah masih mengikuti pola kebijakan Orde Baru. Kebijakan yang dibuat lebih mengutamakan kepentingan pasar dan korporasi."Petani tidak lagi jadi soko guru pangan nasional, sehingga krisis pangan menjadi masalah krusial yang tidak terselesaikan," imbuh Zubaidah.SPI Sumut juga menyoroti kebijakan Pemerintah Provinsi Sumut yang pernah membentuk Tim Rekonstruksi Sengketa Lahan di lahan bekas HGU PTPN II seluas 56.341,73 hektare di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat dan Kota Binjai. Sebab dalam perjalanannya kebijakan itu dinilai belum bisa memberikan kontribusi positif dalam kerangka penyelesaian permasalahan keagrariaan di Sumut."Kami mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui DPRD Sumatera Utara agar segera membentuk tim penyelesaian sengketa agraria yang melibatkan ormas tani sebagai salah satu unsurnya," kata Zubaidah.Selain itu, SPI Sumut juga menuntut perlindungan keamanan dan hukum kepada para petani. Setiap oknum yang melakukan tindakan kriminal, seperti kekerasan, kepada petani harus ditindak tegas.Para pendemo mencontohkan tindak kekerasan berupa perusakan rumah dan posko petani di Suka Makmur, Bandar Pasir Mandoge, Asahan. Sedikitnya 3 unit rumah dibakar di sana. Mereka menuding oknum aparat berseragam dan preman terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Peristiwa

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Peristiwa

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Peristiwa

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Peristiwa

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara

Peristiwa

PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern