Perayaan Jubileum 50 Tahun GKPI, Wagub Sumut: Dengan Agama Hidup Menjadi Terarah

Redaksi - Senin, 01 September 2014 01:28 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir092014/beritasumut_Erry-Prasasti-GKPI.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi menandatangi prasasti GKPI Centre dalam acara Perayaan Jubileum 50 Tahun GKPI yang digelar di tapak pembangunan GKPI Centre, Desa Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Simalungun, Ahad (31/8/2014). (Ist)
Simalungun, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi menekankan tiga prinsip kepada ribuan jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) sebagai panduan hidup dalam hamonisasi berbangsa dan bernegara. Tiga prinsip tersebut adalah dengan mengedepankan ilmu, membangun kesenian dan meyakini agama sebagai penerang hidup.Hal itu disampaikan Wagub Sumut Tengku Erry saat menghadiri Perayaan Jubileum 50 Tahun GKPI yang digelar di tapak pembangunan GKPI Centre, Desa Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Ahad (31/8/2014).Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Binmas Kristen Kementerian Agama, Bishop GKPI Pdt Patut Sipahutar, sejumlah pimpinan gereja, pendeta, tokoh GKPI, Walikota Pematang Siantar Hulman Sitorus, Bupati Simalungun JR Saragih, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Samosir Mangindar Simbolon, Wakil Bupati Humbang Hasundutan Marganti Simanullang dan sedikitnya 10 ribu jemaat GKPI dari berbagai daerah.Dalam kesempatan itu, Erry menyatakan, mengapa harus menanamkan tiga hal penting yakni ilmu, seni dan agama dalam keseharian. Ilmu akan membawa memudahkan kita dalam menjalani hidup. Kemudian Seni akan membuat hidup menjadi indah dan berwarna dan agama akan membuat hidup menjadi terarah.“Tanpa adanya agama dan keyakinan kepada Sang Pencipta, maka hidup rumit dan tak tentu arah. Agama memiliki peranan penting dalam kehidupan setiap manusia,” sebut Erry.Erry juga menyatakan apresiasinya kepada jemaat GKPI yang mengingat sejarah berdirinya GKPI 50 tahun lalu. Momentun Perayaan Jubileum 50 Tahun GKPI merupakan bukti bahwa jamaat menghargai jerih payah pendahulu yang telah mendeklarasikan GKPI pada 30 Agustus 1964 lalu.“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengingat akan sejarah. Tanpa orang sebelum kita, belum tentu kita akan menjadi kokoh seperti saat ini. Momen Perayaan Jubileum 50 ini adalah momen membangun solidaritas, kasih dan sayang serta kebersamaan sesama umat manusia,” ujar Erry.Erry berharap, GKPI Centre yang akan dibangun nantinya, menjadi wadah berkumpul dalam upaya pembinaan jamaat, baik bidang keagamaan, sosial kemanusiaan demi melayani umat.“Dengan adanya GKPI Centre nantinya, peran dalam melayani jamaat dan masyarakat harus lebih ditingkatkan lagi. Begitu juga kepada pelaku firman Tuhan harus lebih berperan di tengah masyarakat,” harap Erry.Selain itu, Erry juga berharap, GKPI Centre nantinya akan menjadi pendorong dalam membangkitkan semangat, terutama meningkatkan harmonisasi antar sesama jamaat demi mengeratkan kesatuan dan persatuan antara pemeluk agama.Dalam sambutannya, Erry juga menyatakan apresiasinya atas program penanaman pohon yang digelar Panitia Perayaan Jubileum 50 Tahun GKPI di lingkungan GKPI Centre.“Program penanaman pohon adalah kegiatan yang lajim dilakukan. Tetapi GKPI memberikan tanggungjawab kepada orang yang menanam pohon untuk terus merawat pohon hingga besar. Ini merupakan program peduli lingkungan yang disandingkan dengan sisi religius,” ujar Erry.Sementara Ketua Panitia Perayaan Jubileum 50 GKPI Chandra Panggabean mengatakan, Perayaan Jubileum 50 Tahun GKPI merupakan kegiatan mengenang sejarah berdirinya GKPI yang dideklarasikan pada 50 tahun lalu di rumah keluarga DR Luhut Lumbangtobing Inang Boru Simorangkir, Jalan Simarekono No 6, Pematang Siantar.“Mengenang sejarah deklarasi GKPI kali ini mengambil tema Tuhan baik kepada semua orang. Sesuai dengan Mazmur ayat 145. Semoga Ibadah Raya ini memberi pencerahan kepada kita semua,” ujar Chandra.Chandra menjelaskan, perayaan Jubileum 50 Tahun GKPI dirangkai dengan sejumlah kegiatan lain seperti festival paduan suara dan vokal grup dengan peserta GKPI seluruh Indonesia.Dalam kesempatan tersebut, Wagub Sumut Tengku Erry juga menandatangani prasasti pendirian GKPI Centre, usai Bupati Simalungun JR Saragih menyerahkan secara simbolik surat izin pembangunan GKPI Centre kepada panitia. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

DPRD Medan Belum Ada Komunikasi Dengan Wagub Sumut Soal Pj Wali Kota

Peristiwa

Kejagung Periksa Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi Kasus Bansos

Peristiwa

KPK Tetapkan Gubernur Sumut dan Istri Mudanya Tersangka, Wagub Imbau Masyarakat Berdoa

Peristiwa

Halal Bi Halal di Rumah Dinas Kajati, Wagub Sumut Sebut Kebersamaan Adalah Anugerah

Peristiwa

Listrik Masih Padam, Wagub Sumut Panggil PLN

Peristiwa

Wagub Sumut Harapkan Pembangunan Desa Sesuai Nawa Cita