Pangdam I/BB Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan di UISU

Redaksi - Senin, 18 Agustus 2014 18:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir082014/beritasumut_Pangdam-UISU.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Pangdam I/BB Mayjen TNI Istu Hari S didampingi Aster Kasdam I/BB, Kakesdam I/BB, Karumkitdam I/BB, Rektor, Dekan dan Dosen Fakultas kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara foto bersama usai memberikan kuliah umum tentang wawasan kebangsaan. (
Medan, (beritasumut.com) – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Istu Hari S memberikan kuliah umum tentang wawasan kebangsaan kepada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara di Aula Kampus, Jalan Karya Bhakti No 34, Medan, Senin (18/8/2014).Pangdam I/BB mengatakan Bangsa Indonesia yang dibangun oleh para pendahulu, dilandasi atas rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita bersama yaitu masyarakat adil dan makmur. Wawasan kebangsaan sudah dicetuskan oleh seluruh pemuda Indonesia dalam suatu tekad pada Tahun 1928 yang dikenal dengan sebutan “Sumpah Pemuda” yang intinya bertekad untuk bersatu dan merdeka dalam wadah sebuah“ Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Seharusnya untuk menghadapi keadaan negara yang serba sulit sekarang ini, Bangsa Indonesia harus bangkit dan bersatu untuk mengatasi masalah bangsa secara bersama-sama. “Untuk itulah dalam setiap kesempatan saya sebagai pimpinan Kodam I/BB selalu memerintahkan seluruh prajurit TNI AD dan mengajak masyarakat Indonesia untuk memantapkan kembali wawasan kebangsaan Indonesia yang di masa lalu telah berhasil mempersatukan segala macam perbedaan. Sesungguhnya wawasan kebangsaan perlu dipahami oleh seluruh lapisan bangsa, bukan hanya oleh kelompok tertentu,” katanya.Lebih lanjut Pangdam mengatakan landasan wawasan kebangsaan terdiri atas Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang harus senantiasa menjiwai pola pandang, sikap, penghayatan dan prilaku seluruh warga negara. Sedangkan cara pandang wawasan kebangsaan yaitu mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan, agar Bangsa Indonesia terlepas dari keterpurukan. Maka sebagai warga negara yang mempunyai kepribadian sudah seharusnya kita melakukan yang terbaik bagi bangsa Indonesia dalam mozaik keindonesiaan dengan bingkai Pancasila dan UUD 1945 serta wawasan nusantara yang berbhineka Tunggal Ika. “Hendaknya kita sama-sama bergandeng tangan untuk memantapkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme kita untuk mewujudkan kerukunan guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai. Cintailah perbedaan karena perbedaan adalah juga ciptaan Tuhan yang harus kita jaga dan pelihara bersama,” ujarnya. Selanjutnya Pangdam mengatakan ada 3 unsur wawasan kebangsaan yaitu Rasa Kebangsaan, Paham Kebangsaan dan Semangat Kebangsaan. Rasa Kebangsaan merupakan sublimasi dari sumpah pemuda yang menyatukan tekad menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia. Kita tidak akan menjadi bangsa yang kuat atau besar, manakala kita secara individu maupun kolektif tidak merasa memiliki bangsanya. Rasa kebangsaan adalah suatu perasaan rakyat, masyarakat dan bangsa terhadap kondisi bangsa indonesia dalam perjalanan hidupnya menuju cita-cita bangsa yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Paham Kebangsaan adalah pengertian tentang bangsa, meliputi apa bangsa itu dan bagaimana mewujudkan masa depannya. Paham kebangsaan merupakan pemahaman rakyat dan masyarakat terhadap bangsa dan negara Indonesia yang diproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Pemahaman tersebut harus sama pada setiap anak bangsa, meskipun berbeda dalam latar belakang kehidupan, pengalaman serta jabatan.Keberhasilan suatu negara dalam mencapai tujuannya ditentukan 5 komponen bangsa antara lain yakni komponen agamawan, komponen cendekiawan, pemerintah, ekonomi/pengusaha dan komponen hankam (TNI dan Polri). (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Kapolda Minta Pihak Yayasan SCB Selesaikan Sengketa Tanah dengan Mantan Pangdam I/BB

Peristiwa

Pagar Digembok, Orangtua Murid Sekolah Cinta Budaya Menunggu di Luar Sekolah

Peristiwa

Pangdam I/BB: Forkompimda Siap Dukung Erry Majukan Sumut

Peristiwa

Mantan Pangdam I/BB Laporkan Balik Dirut PT PBC

Peristiwa

Syaiful Bahri:Jujitsu Sumut Akan Bergabung dengan KONI

Peristiwa

Besok, IJI Sumut Akan Buka Dua Dojo Di UISU