Medan, (beritasumut.com) – Walikota Medan Dzulmi Eldin mengajak warga yang berprofesi sebagai pemulung agar mengikuti program keluarga berencana (KB), sebab masing-masing keluarga memiliki anak rata-rata 3 sampai 5 orang. Dengan jumlah keluarga yang cukup besar itu, Eldin yakin sangat memberatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Hal itu disampaikan Eldin saat memberikan paket bantuan kepada anak-anak kurang mampu di Perumahan Pemulung, Jalan Sembada Gang Sembada IX, kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu (9/8/2014). Adapun paket yang diberikan itu berisi perlengkapan sekolah seperti tas, buku tulis, alat tulis serta makanan tambahan. Paket bantuan ini diserahkan langsung Walikota kepada 250 anak yang berasal dari keluarga kurang mampu didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Medan Hana Lore Simanjuntak, Ketua YSKI drg Anita dan Camat Medan Selayang Zulfakhri Ahmadi.Sementara itu, Camat Medan Selayang Zulfakhri mengatakan, sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya. Dengan menggantungkan hidup dari hasil memulung, Zulfakhri mengaku warga yang bermukim di kawasan itu memang sangat membutuhkan bantuan. Karena itulah dia berharap agar bantuan seperti ini terus dilakukan.Zulfakhri kemudian berjanji untuk segera menindaklanjuti pesan Walikota untuk mengajak warga yang baru saja menerima bantuan mengikuti program KB. Untuk itu dalam waktu dekat ini, dia akan melakukan pendekatan persuasif dan memberikan pencerahan kepada warga akan pentingnya program KB.“Di samping itu kita akan mengajak seluruh warga disini untuk mendukung program Pemko Medan, salah satunya dengan menjaga kebersihan. Berhubung mereka sebagian besar pemulung, kita berharap agar mereka selalu menjaga kebersihaan pada saat menjalankan pekerjaannya. Artinya sampah maupun barang bekas yang tidak diambil jangan diserakkan,” ungkapnya.Sementara menurut Koordinator YSKI drg Anita, bantuan seperti ini rutin mereka lakukan. Tujuannya membantu meringankan beban warga kurang mampu, terutama yang memiliki anak usia sekolah. Dipilihnya perumahan pemulung sebagai lokasi pemberian paket bantuan, jelas Anita, sebab kondisi kehidupan warganya sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan bantuan. (BS-001)