Medan, (beritasumut.com) – Hingga saat ini, kelompok-kelompok marginal seperti kaum disabilitas atau orang dengan keterbatasan fisik, pemilih pemula, kaum perempuan dan penderita penyakit kusta, sering sekali sedikit mendapatkan sosialisasi tentang pemilu.Sehingga, keikutsertaan pemilih-pemilih tersebut menjadi minim dan bahkan tidak mendapat sorotan dari media."Padahal mereka punya hak dalam pemilu karena pemilu untuk semua masyarakat Indonesia. Jadi melalui tulisan features pemilu dari jurnalis ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan pemilu bagi jurnalis," kata Direktur Eksekutif KIPPAS J Anto dalam pelatihan penulisan feature pemilu bagi jurnalis meliput pilpres dengan agenda pemilih marginal angkatan XII, Senin (30/6/2014).Pelatihan untuk angkatan XII yang diikuti 12 peserta dari tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2014 di Hotel Sakura, Medan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan para wartawan mengenai proses, tahapan, potensi konflik dan sistem pemilu."Advokasi kelompok pemilih marginal masih jarang dilakukan, mengingat isu yang banyak diberitakan media umumnya masih bersifat umum tentang pelaksanaan pemilu dan informasi tentang partai politik," katanya.Untuk itu, peran media massa dan jurnalis diharapkan bisa menyokong kelompok pemilih marginal, seperti pemilih pemula, perempuan, kaum difabel, dan masyarakat marginal untuk mendapatkan haknya dalam proses menentukan pemimpin mereka."Peran jurnalis sangat membutuhkan pemahaman yang baik agar tidak memberikan informasi yang dangkal kepada masyarakat, serta meminimalkan sikap apatis masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu," katanya. (BS-031)