Medan, (beritasumut.com) – Keluarga TKI korban penembakan Polisi dan Kastam (Bea dan Cukai) Diraja Malaysia dan aktivis Aliansi Masyarakat Peduli HAM Sumatera Utara berunjukrasa di Kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (27/6/2014).Dengan membawa foto salah satu korban dan sejumlah poster serta bendera Merah Putih para pengunjukrasa juga membakar bendera Malaysia sebagai tanda protes keras mereka.Para keluarga TKI meminta agar 61 TKI yang ditangkap segera dilepaskan karena diduga terus menerus disiksa Polisi Diraja Malaysia.Aksi ini sempat ricuh karena polisi melarang demonstran melempar dan memukul pagar kantor konjen. Merasa tidak terima dengan larangan petugas, para pengunjukrasa terlibat keributan dengan pihak kepolisian.Ridwan Ali, koordinator aksi mengatakan mereka tidak akan menghentikan aksi mereka sebelum pihak Malaysia melepas TKI asal Sumatera Utara dan Aceh tersebut.Peristiwa tenggelamnya kapal pembawa TKI terjadi pada 17 Juni lalu. Pejabat resmi Malaysia menyatakan kapal tongkang Jeti Kelanang tenggelam karena kelebihan muatan. Namun berdasarkan ketarangan saksi yang hidup dan telah tiba di Aceh, kapal tersebut karam akibat kapal ditembaki Polisi dan Kastam Diraja Malaysia. (BS-033)