Hotspot di Riau 366 Titik, Sumut Diminta Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Redaksi - Rabu, 25 Juni 2014 16:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir062014/beritasumut_Sutopo3.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. (Dok)
Medan, (beritasumut.com) – Hotspot di Riau cenderung meningkat. Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua pada Rabu (25/6/2014) pukul 07.00 WIB, hotspot di Sumatera sebanyak 386 titik. Dari 386 titik tersebut sebanyak 366 titik terdapat di Riau. “Artinya 95 persen hotspot berada di Riau. 366 hotspot tersebut tersebar di Rokan Hilir 221, Dumai 59, Bengkalis 57, Pelalawan 19, Inhil 3, Kuansing 3, Meranti 2, Siak 1 dan Inhu 1,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui BlackBerry Messenger, Rabu (25/6/2014).Kondisi ini perlu diwaspadai karena arah angin dominan ke timur laut-timur. Potensi asap terbawa hingga ke Singapura dan Malaysia akan makin meningkat jika tidak segera diatasi secara total. Apalagi berdasarkan prakiraan BMKG, pada Juli 2014 hujan di daerah Inhil, Pelalawan dan Kuansi akan lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera. Pada Agustus 2104 kondisi cuaca di Riau akan lebih kering dibandingkan dengan wilayah Sumatera lainnya. Hujan berkisar kurang dari 50 mm/bulan. Lahan gambut kering akan mudah sekali terbakar, papar Sutopo. Bupati, Walikota dan Gubernur Riau perlu segera mengambil langkah-langkah nyata untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Sebab karhutla di Riau selalu berulang dan semua faktor-faktor penyebab telah dikenali. Wilayah lain di Sumatera yang bergambut seperti Sumatera Utara (Sumut), Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel) bisa mengantisipasi karhutla sehingga hotspot terkendali. Kuncinya adalah penegakan hukum karena 99 persen penyebab karhutla adalah disengaja atau dibakar. Kepala BNPB Syamsul Maarif telah melaporkan kepada Presiden dan Wapres terkait antisipasi mengatasi karhutla dari ancaman El Nino. BNPB bersama TNI, Polri, Manggala Agni, KLH  dan lainnya terus memberikan pendampingan ke Pemda Riau. Saat ini helikopter Kamov, Sikorsky dan Bolco masih dioperasikan di Riau untuk water bombing. “Begitu pula pesawat Hercules dan Casa juga terus melakukan modifikasi cuaca. BNPB menyiapkan dana siap pakai Rp355 miliar untuk mengatasi karhutla di Indonesia,” pungkas Sutopo. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Titik Panas Menurun Drastis, Menteri LHK: Kolaborasi Bersama Berhasil Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Peristiwa

BMKG Pantau 12 Titik Panas Tersebar di Sumut

Peristiwa

Dua Titik Panas Terpantau BKMG di Madina

Peristiwa

Dua Titik Panas Terpantau di Sumut

Peristiwa

BMKG Pantau Satu Titik Panas di Sumut

Peristiwa

BMKG Sebut Hotspot di Sumatera Utara Meningkat Pesat Hingga 21 Titik