Medan, (beritasumut.com) – Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengaku kecewa dengan pemberitaan stasiun televisi swasta nasional, Metro TV. Pasalnya, stasiun televisi milik Surya Paloh itu memuat berita yang menurut Gatot keliru yakni menyatakan Gatot mundur sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Sumut."Kita sangat kecewa dengan pemberitaan itu yang menyatakan saya bersedia mundur dari Ketua Tim Sukses Pemenangan Prabowo-Hatta. Pemberitaan Metro TV Tanggal 17 Juni 2014 itu tidak benar," ujar Gatot dalam konferensi pers didampingi Ketua Harian Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Sumut Ajib Shah dan Sekretaris Gus Irawan Pasaribu di Rumah Pattimura, Jalan Pattimura, Medan, Sabtu (21/6/2014).Gatot kemudian menjelaskan kronologis munculnya pemberitaan tersebut. Dijelaskan, setiap Tanggal 17 Pemerintah Provinsi Sumut menggelar apel gabungan dengan pihak TNI dan instansi pemerintah, termasuk pada Selasa (17/6/2014). Pada hari itu tema yang diangkat adalah tentang dialog kebangsaan menjelang Pilpres 9 Juli tentang netralitas TNI, Polri dan sipil."Di hari itu, reporter Metro TV mewawancarai saya tentang kapasitas saya sebagai gubernur dan sebagai ketua tim pemenangan. Yang saya jawab saat itu intinya adalah bahwa saya tegas menjalankan tugas sebagai gubernur dan sebagai tim sukses. Namun kepemimpinan pemerintahan untuk melayani masyarakat di Sumut tetap menjadi prioritas utama," katanya.Saat itu, reporter tersebut juga menanyakan, apabila sesuai undang-undang seorang kepala daerah tidak bisa menjadi ketua atau bergabung di tim sukses, apakah Gatot bersedia mundur. "Nah, ini ketentuannya kan memungkinkan seorang kepala daerah ikut di tim sukses, jadi tidak ada masalah," katanya.Ia mengaku, komitmennya untuk bertanggungjawab memimpin jalannya pemerintahan untuk pembangunan di Sumut, meskipun dirinya menjabat sebagai ketua tim pemenangan capres-cawapres.Gatot juga menggaransi tidak akan memanfaatkan jabatannya untuk menggalang suara bagi pemenangan Prabowo-Hatta. Ia tidak akan mengeluarkan instruksi bagi dinas-dinas dan juga bupati/walikota. Dia mengatakan lebih memilih untuk berkompetisi secara fair."Sama seperti pemilu legislatif kemarin, saya juga dimandatkan PKS untuk berjuang memenangkan pemilu. Tetapi hasilnya kan fair, semua tahu bagaimana kami (PKS) di Sumut. Saya tidak memanfaatkan jabatan saya untuk menggalang suara," tukasnya.Untuk itu, dirinya meminta Metro TV untuk mengklarifikasi pemberitaan itu dan menayangkannya dalam pemberitaan yang utuh sehingga tidak menghilangkan arti sebenarnya terhadap apa yang dinyatakan Gatot. Jika tuntutan itu tidak dindahkan, Gatot berencana melaporkan Metro TV ke Dewan Pers. Gatot juga berencana melakukan somasi. “Intinya saya kesal dengan berita Metro TV yang memuat pernyataan saya lari dari arti sesungguhnya. Sungguh tindakan Metro TV itu mencederai kode etik jurnalistik dan juga mencederai iklim demokrasi Indonesia," pungkasnya. (BS-001)