Medan, (beritasumut.com) – Pengerjaan proyek galian untuk penanaman pipa pembuangan limbah di sejumlah ruas jalan di Kota Medan hingga kini terus memunculkan keresahan.Banyak pengguna jalan yang merasa dirugikan karena bekas galian ditelantarkan dalam keadaan rusak. Tak hanya itu, kondisi itu juga membuat warga sekitar lokasi pengerjaan proyek seperti di Jalan Krakatau, Jalan M Yamin, Jalan Kartini, Jalan Mukhtar Basri dan Jalan Gaharu kerap menghasilkan debu di saat cuaca panas dan lumpur ketika hujan turun."Tengoklah kayak gini, udahlah kita ngisap debunya kalau panas, kena beceknya kalau hujan, malah jalannya jadi rusak karena proyek ini," ujar Rudi, salah seorang pengendara di Jalan Mukhtar Basri, Sabtu (7/6/2014).Hal senada dikatakan Wahyu pengguna jalan lainnya. Ia mengaku kesulitan saat melintas. Kemacetan arus lalulintas diakibatkan pengerjaan proyek juga menambah kesemrawutan yang akhirnya membuat para pengendara stres saat berada di atas kendaraannya."Cemana kita nggak stres, kita jalan jadi payah. Belum lagi macetnya karena ada proyek galian, tapi itulah, kita nggak tau ini jadi tanggung jawab siapa karena nggak ada yang mau menyelesaikan masalah ini entah sampai kapan," ujarnya saat melintas di sekitar Jalan Mukhtar Basri. (BS-031)