Medan, (beritasumut.com) – Bayi kembar siam dempet dada dan perut (thoraco abdominopagus) asal Pasar VIII Tembung, Kabupaten Deli Serdang, tak mampu bertahan. Setelah dirawat sekitar 3 hari di RSUP Adam Malik, Medan, kedua bayi berjenis kelamin laki-laki itu meninggal dunia, Selasa (27/5/2014).Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua bayi yang dikenali dengan nama ibunya, Suri Astuti 1 dan Suri Astuti 2 itu menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 00.15 WIB. Jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan."Kedua bayi mengalami kegagalan sistem organ multiple. Terjadi infeksi pada bagian perutnya atau bagian omphalocele. Bila sudah terjadi seperti ini ada gejala kegagalan yang akan mengganggu sistem tubuh, seperti pernapasan, pencernaan, dan terjadi pendarahan," ungkap kata dr Emil Azlin SpA (K), salah seorang dokter yang menangani Suri Astuti 1 dan Suri Astuti 2, saat dihubungi wartawan.Selain mengganggu sistem pernapasan dan pencernaan, infeksi juga menyebabkan kesadaran kedua bayi terganggu. "Kegagalan organ itu tidak hanya satu, ada banyak. Padahal satu kegagalan saja pun mengganggu kesehatan bayi," jelas Emil.Dia memaparkan, sejak dibawa ke RSUP Adam Malik, sudah terdapat tanda-tanda infeksi pada bayi kembar siam itu. Kondisi itu sebelumnya sudah diberitahukan kepada nenek si bayi, Ruminem.Seperti diberitakan, bayi kembar siam berjenis kelamin laki-laki, Suri Astuti 1 dan Suri Astuti 2, lahir di melalui operasi cesar di RS Mitra Husada, Tembung, Jumat (23/5/2014) sore. Setelah sempat dirawat di sana, putra dari pasangan Suri Astuti dan Agus Kurniawan ini kemudian dirujuk ke RSUP Adam Malik, Medan, Sabtu (24/5/2014). (BS-001)