Medan, (beritasumut.com) – Aksi mogok sopir angkutan kota (Angkot) yang tergabung dalam Kesper dan Organda di Medan, berlangsung ricuh, Senin (19/5/2014).Kericuhan terjadi saat para sopir melakukan sweeping di Jalan Diponegoro, Medan, depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Sejumlah angkot yang masih beroperasi dipaksa berhenti beroperasi dan menurunkan penumpangnya. Dalam aksinya, para sopir menolak rencana pengoperasian angkutan Trans Medan Binjai Deliserdang (Mebidang) karena mengancam nafkah ribuan sopir.Mereka memarkirkan mobil angkot di depan Kantor Gubernur Sumut sebagai aksi penolakan atas rencana pengoperasian angkutan Trans Mebidang.Ketua Kesper Sumut Israel Situmeang mengatakan, Gubernur Sumut harus membatalkan rencana tersebut karena melanggar UU No 22 Tahun 2009 Tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan serta peraturan pemerintah. Pemerintah daerah tidak melibatkan organisasi angkutan dalam bermusyawarah untuk pengoperasian Trans Mebidang.Rencananya Trans Mebidang akan beroperasi dalam waktu dekat. Sebanyak 30 dari 300 unit telah disiapkan untuk beroperasi dalam waktu dekat. Satu unit bus dinilai akan mematikan 5 unit angkutan kota. Hal ini membuat ribuan sopir angkot di Medan terancam kehilangan mata pencaharian. (BS-001)