MUI Medan Imbau Pemerintah Segera Keluarkan Vaksin Penangkal Virus MERS

Redaksi - Jumat, 09 Mei 2014 13:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052014/beritasumut_MERS-Virus.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ilustrasi. (Google)
Medan, (beritasumut.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan meminta Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk segera menetapkan daerah Arab Saudi apakah sudah masuk zona merah (berbahaya) Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) atau tidak.Hal ini dilakukan agar untuk sementara waktu masyarakat untuk tidak melaksanakan ibadah umroh dan haji."Kalau daerah itu sudah termasuk zona merah maka tidak ada kewajiban umat Islam ke sana (haji dan umroh). Untuk itu badan dunia harus melakukan penetapan kondisi di daerah tersebut," kata Ketua MUI Kota Medan M Hatta di Medan, Jumat (9/5/2014).Dikatakannya, anti Virus MERS sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya. Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat menanggulanginya dengan cara mengeluarkan vaksin sesegera mungkin untuk warga yang ingin melaksanakan ibadah umroh."Saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah dengan cara mengeluarkan vaksin untuk warga yang ingin berangkat ke tanah suci agar lebih tahan terhadap berbagai serangan virus," katanya.Dijelaskannya, pemerintah saat ini harus bertindak cepat untuk mengeluarkan vaksin terhadap masyarakat yang akan pergi ke tanah suci, karena sebentar lagi akan memasuki musim haji."Musim haji sudah dekat, jika pemerintah tidak sesegera mungkin mengeluarkan vaksin itu maka akan membawa dampak kekhawatiran bagi para masyarakat yang akan pergi haji," katanya.Merujuk pada catatan WHO, MERS sudah menulari sedikitnya 261 orang dengan korban meninggal 93 jiwa sejak September 2012 sampai 26 April 2014. Dia mencatat, sebagian besar tertular setelah melakukan kontak dengan hewan setelah berkunjung ke Timur Tengah.Virus MERS-coV telah menyebar ke 15 negara yaitu Saudi Arabia, Jordania, Qatar, Tunisia, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Perancis, Jerman, Italia, Yunani, Filipina dan Malaysia. Mereka tertular setelah menjalankan ibadah umroh.Amerika Serikat melaporkan penularan MERS-CoV pada 2 Mei 2014. Pada 27 April, NA (61), seorang WNI yang tinggal di Arab Saudi meninggal dunia akibat MERS-CoV. (BS-031)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Ditanya Nama 9 Orang Tim Pansel, Kaiman Turnip Tak Ingin Bawa-bawa BKD

Peristiwa

Formasi Tim Pansel Tetap Sembilan Orang, Gubsu Enggan Beberkan Nama-namanya

Peristiwa

Wacana Dana Parpol dari APBN, NasDem: Tunda!

Peristiwa

Erry : Sumut Siap Jadi Tuan Rumah MTQN 2018 Mendatang

Peristiwa

Mutasi dan Lelang Jabatan Penghambat Penyerapan Anggaran

Peristiwa

Danau Toba Jadi Salah Satu dari 10 Destinasi Prioritas Pariwisata Nasional