Medan, (beritasumut.com) – Dinas Pendidikan Kota Medan dan pihak sekolah diharapkan menghindari kecurangan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP sederajat. Hal tersebut guna mendapatkan hasil yang maksimal dan sebagai motivasi melakukan evaluasi demi peningkatan mutu pendidikan di Medan. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi B DPRD Medan Roma P Simaremare saat melakukan monitoring penyelenggaraan UN hari kedua di SMPN 11 Medan terkait isu kebocoran kunci jawaban, Selasa (6/5/2014). Kunjungan resmi peninjauan UN ini didampingi Anggota Komisi B DPRD Medan lainnya, Yahya Payungan Lubis. Mereka diterima Kepala SMPN 11 Medan Khairani. Dikatakan Roma, pembocoran kunci jawaban kepada peserta UN dinilai bentuk pembodohan. Secara tidak langsung, sudah menghancurkan masa depan siswa karena memberikan pembodohan. Seharusnya pihak sekolah/guru yang sudah tiga tahun mendidik, patut menguji kemampuan siswa yakni saat UN. Untuk itu kata Roma, diharapkan semua pihak harus merasa bertanggungjawab mengawasi kecurangan UN. Sebab, selain menggunakan anggaran yang cukup besar juga diharapkan sebagai acuan upaya peningkatan mutu pendidikan. Sementara itu, Kepala SMPN 11 Medan Khairani mengaku sangat setuju pengawasan pelaksanaan UN yang jujur dan berkualitas. Khairani berharap pelaksanaan UN dapat menguji kemampuan siswa sebagai evaluasi sistem pengajaran yang disampaikan selama ini. Khairani juga menjelaskan, hingga hari kedua pelaksanaan UN di SMPN 11 Medan, berjalan tertib dan lancar. Jumlah peserta UN SMPN 11 berjumlah 339 orang tanpa ada yang absen. Menurut Khairani, pihaknya yakin akan mendapat kelulusan siswanya seratus persen karena sebelumnya sudah mendapat persiapan berupa les tambahan dan try out. (BS-001)