Tanggul Penahan Banjir Rob Segera Dibangun di Bagan Deli

Redaksi - Senin, 05 Mei 2014 22:38 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir052014/beritasumut_Eldin-Gatot-Bagan-Deli.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin berbincang dengan warga Bagan Deli. (Ist)
Medan, (beritasumut.com) – Guna mengatasi banjir rob yang selalu melanda kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bagan Deli, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan, Kota Medan akan dibangun tanggul sepanjang  lebih kurang 7 km. Kehadiran tanggul ini diharapkan mampu menahan banjir rob yang datang dari laut sehingga tidak menggenangi rumah warga lagi. Rencananya, pembangunan tanggul tersebut akan mulai dilakukan tahun depan.Demikian terungkap dalam peninjauan yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho bersama Pelaksana Tugas Walikota Medan Dzulmi Eldin ketika meninjau TPI Bagan Deli, Senin (5/5/2014). Peninjauan ini dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan warga yang selama ini kediamannya digenangi air saat banjir rob terjadi.Kehadiran Gubernur dan Plt Walikota bersama sejumlah pimpinan SKPD terkait di lingkungan Pemko Medan mendapar apresiasi warga setempat. Mereka berharap masalah banjir rob yang selalu mereka alami bisa diatasi. Pasalnya setiap kali banjir rob terjadi, aktifitas warga lumpuh total karena ketinggian air bisa mencapai pinggang orang dewasa.Seluruh keluhan warga langsung ditampung Gubernur dan Plt Walikota. Mereka selanjutnya berjanji akan segera mengatasinya. Menurut Gubernur, peninjauan ini dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan  para nelayan yang bermukim di kawasan tersebut. Berhubung Bagan Deli masuk otorisasi Pemko Medan, Gatot kemudian mengajak Plt Walikota melakukan peninjauan.Dijelaskan Gatot, berdasarkan keluhan para nelayan kepadanya, setiap kali banjir rob terjadi, kawasan tersebut selalu digenangi air, termasuk pemukiman warga. Ternyata dari penjelasan Plt Walikota, telah ada progres untuk penanganan banjir rob tersebut. Sebaliknya usulan dari para nelayan, permukaan jalan yang ada saat ini harus ditinggikan.“Yang ditawarkan para nelayan itu merupakan solusi praktis. Hanya saja yang teratasi hanya di bagian jalan, sedangkan rumah tetap saja digenangi air. Untuk itu ada solusi strategis dan permanen ke depan yaitu dengan pembuatan tanggul sepanjang lebih kurang 7 km guna menahan banjir rob dari laut, khususnya pada waktu pasang,” kata Gatot.Selanjutnya Gatot menambahkan, dirinya juga sudah menghubungi langsung Sekretaris Balai Sungai Wilayah 2. Untuk pelaksanaan konstruksi tanggul tersebut, tahun ini ada anggaran untuk Detail Enginering Design (DED). Mekanismenya apabila sudah ada DED, baru akan diusulkan menjadi sebuah kegiatan proyek.“Saya tadi minta supaya bisa dipercepat dan dimasukkan di PAPBN, tetapi paling tidak mudah-mudahan Tahun 2015, konstruksi tanggul sudah dapat dibangun guna penaggulangan bajir rob tersebut,” harapnya.Sementara itu menurut Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin, kawasan Belawan terutama seputaran Bagan deli sering terjadi pasang. Setiap bulan sekali saat terjadi pasang, ketinggian air bisa mencapai setengah meter. Sedangkan pasang perdani terjadi setiap 3 bulan sekali. Atas dasar itulah Eldin mengaku sudah mengusulkan untuk pembangunan tanggul.Mantan Sekda Kota Medan ini berharap DED bisa selesai tahun ini (2014), sehingga di PAPBN pelaksanaan pembangunan tanggul sudah dapat dilakukan. Terkait dengan permintaan warga untuk meninggikan jalan, Eldin menilai itu bukan solusi yang baik. Jika jalan ditinggikan, rumah warga juga yang akahirnya akan terendam.“Malah mungkin lebih parah lagi air yang menggenangi rumah warga pada saat pasang terjadi setelah jalan ditinggikan. Untuk itu kita berharap agar DED secepatnya diselesaikan agar pembangunan tanggul segera dilakukan,” ungkap Eldin.Dalam peninjauan tersebut, sejumlah ibu-ibu yang mengaku sebagai istri nelayan menemui Plt Walikota. Mereka berharap Eldin bisa memberikan solusi untuk mengatasi perekonomian rumah tangganya. Sebab, suami mereka sudah 3 bulan tidak melaut akibat kondisi cuaca dan sulitnya menangkap ikan.“Untuk menghidupi keluarga, kami terpaksa mencari kepiting. Sekarang kepiting sudah sulit didapatkan, akibatnya kami kesulitan untuk membantu meringankan perekonomian keluarga. Karena itulah kami berharap agar Plt Walikota bisa memberikan solusi, sebab kami sekarang sudah kesulitan untuk menghidupi keluarga,” papar seorang ibu paro baya.Menanggapi keluhan warga tersebut, Eldin berjanji akan memberikan solusinya. Dia langsung mengistruksikan Camat Medan Belawan untuk melakukan pendataan. Setelah itu akan dipikirkan usaha apa yang tepat untuk diberikan kepada ibu-ibu tersebut, guna membantu pereknomian keluarga, terutama pada saat suami tidak pergi melaut. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Wujudkan Tanam Padi Tiga Kali Setahun, Gubernur Sumut Minta Bantuan ke Presiden untuk Perbaikan Tanggul

Peristiwa

Plt Bupati Langkat Serahkan Penghargaan Tunggul Terbaik Kecamatan dan Kelurahan 2023

Peristiwa

Masyarakat Belawan Bahari Berharap Pembangunan Tanggul dan Rumah Pompa Segera Direalisasi

Peristiwa

Antisipasi Banjir, Walikota Medan Tinjau Pemasangan Tanggul Sementara di Taman Maharani

Peristiwa

Walikota Medan Apresiasi Bantuan Penataan Kawasan Belawan dari Kementerian PUPR

Peristiwa

Atasi Banjir Rob di Belawan, Pembangunan Tanggul Akan Dilakukan Tahun Ini