Medan, (beritasumut.com) – Penganiayaan yang kerap terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta ternyata kerap dilaporkan Dimas Dikita Handoko (19), kepada teman dan kekasihnya. Selama ini, penganiayaan itu pun dianggap biasa."Dia memberi tahu melalui telepon dan SMS bahwa dia sering dipukuli, dipecahi jerawatnya. Itu sering, tapi gak pernah sampai seperti ini," kata Tia Harahap (17) kekasih Dimas Dikita Handoko (19), korban tewas akibat penganiayaan senior di STIP Jakarta di Medan, Sabtu (26/4/2014).Remaja yang mengaku sudah berpacaran dengan Dimas sejak 2 tahun 5 bulan lalu ini mengatakan, penganiayaan yang dilaporkan kekasihnya itu dipicu bermacam sebab. Salah satu penganiayaan itu terjadi karena dia ketahuan menggunakan telepon genggam."Selain dipukul dan dipecahkan jerawat, dia juga pernah tidak diberi hak pesiar," jelasnya.Tia juga mengaku biasa berkomunikasi sepekan sekali dengan Dimas. Hubungan terakhir berlangsung Jumat (25/4/2014) malam sekitar pukul 21.00 WIB. "Waktu itu dia BBM, jangan BBM sekarang, soalnya sedang dengan senior. Sayang, BBM-nya sudah saya hapus," sebut Tia.Selanjutnya Tia mendapat kabar kekasihnya itu sudah meninggal dunia. "Semula ibunya telepon dinihari, tapi saya tidur. Pagi baru saya diberitahu," ucapnya.Seperti diberitakan Dimas tewas karena dianiaya seniornya di STIP Marunda Jakarta. Jenazahnya masih dalam perjalanan menuju rumah duka di Jalan Cibadak/Jawa Gang IX, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. (BS-001)