Medan, (beritasumut.com) – Pihak keluarga Dimas Dikita Handoko (19) baru mendapat informasi taruna STIP Jakarta itu meninggal dunia pada Sabtu (26/4/2014) subuh sekitar pukul 04.00 WIB. Belakangan mereka mengetahui pemuda kelahiran 15 Desember 1994 itu meninggal pada Jumat (25/4) sekitar pukul 22.00 WIB."Semula ibunya mendapatkan informasi, Dimas masuk rumah sakit pada pukul 12 malam. Tapi kabarnya masih simpang siur, karena pihak sekolah menutup-tutupi," kata Rina Harnita (32), bibi korban yang ditemui di rumah duka di Jalan Cibadak/Jawa Gang IX, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sabtu (26/4/2014).Dia memaparkan, orang tua korban, pasangan Budi Handoko dan Rukita Harnayanti, baru dapat menemui jasad putra sulungnya pada pukul 04.00 WIB. "Padahal menurut keterangan temannya, dia meninggal sekitar jam 10 malam (22.00 WIB)," kata Rina.Teman-teman Dimas juga memberi informasi kepada keluarga bahwa mereka dipukuli senior-seniornya karena ingin menemui Rukita Harnayanti yang sedang berada di Jakarta. Ibu Dimas memang sedang berada di salah satu apartemen karena mendampingi ayahnya yang sedang bertugas di sana.Saat itu, ibunya membawakan rendang kesukaan Dimas, seperti permintaan putra sulungnya itu. Namun, saat Dimas dan rekan-rekannya ingin keluar kampus untuk bertemu Rukita, seniornya tidak memberi izin. "Mereka malah menuduh Dimas sebagai provokator dan menganiayanya," sebut Rina.Sebelumnya, alumni SMA Negeri 3 Medan ini sempat menelepon ibunya bahwa mereka akan datang ke apartemen pada Jumat (25/4/2014) malam sekitar pukul 20.00-21.00 WIB. Namun, Dimas yang ditunggu tak kunjung datang. "Waktu ditelepon, HPnya tidak aktif. Baru sekitar pukul 12 malam dapat kabar bahwa Dimas dirawat di rumah sakit, tapi jam 4 baru bisa ketemu jasadnya," jelas Rina. (BS-001)