Medan, (beritasumut.com) – Guna meningkatkan daya saing dan memenangkan kompetisi pada era global saat ini, tentunya harus memiliki remaja-remaja yang unggul, cerdas secara intelektual, emosional sekaligus mampu berkomunikasi dengan baik. Selain itu juga harus memiliki hard skill dan soft skill sehingga berdaya saing dan memiliki nilai kompetitif yang tinggi. Untuk itu remaja harus mempunyai pengetahuan dan bersikap serta berprilaku sebagai remaja yang mampu menyiapkan maupun merencanakan dengan matang masa depannya.Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Walikota Medan T Dzulmi Eldin S ketika menghadiri acara Gebyar Genre (Generasi Berencana) Ikrar Menunda Usia Perkawinan Bagi Remaja yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke 66 Provinsi Sumatera Utara Tahun 2014 di Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (26/4/2014).Menurut Eldin, persiapan dan perencanaan yang dilakukan dengan matang itu baik rencana melanjutkan jenjang pendidikan maupun dalam kehidupan bekeluarga atau menikah yang harus benar-benar disesuaikan dengan siklus kesehatan reproduksi. Dia ingin para remaja bisa memanfaatkan masa remajanya dengan sebaik-baiknya untuk terus berkarya, guna menyongsong masa depan yang lebih baik lagi di masa mendatang.Eldin selanjutnya menjelaskan, ikrar untuk menunda usia perkawinan ini tentunya bukan larangan bagi para remaja untuk memutuskan menikah di usia yang diizinkan secara undang-undang tepai lebih untuk mengajak para remaja agar mengoptimalkan usia muda untuk mencapai prestasi yang setingginya-tingginya, berekreasi dan berinovasi tanpa harus terpecah konsentrasinya.“Untuk itu saya mengajak kalian semua mari wujudkan Tegar Remaja yaitu remaja yang berprilaku sehat, terhindar dari resiko-resiko kesehatan reproduksi remaja. Kemudian menunda usia pernikahan yakni 22 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki. Lalu memiliki oerencanaan kehidupan berkeluarga yang matang, guna mewujudkan masa depan kalian yang lebih baik. Jadilah kebanggaan keluarga dan bangsa,” kata Eldin.Atas dasar itulah Eldin berharap melalui ikrar dan komitmen kuat bersama ini dapat diwujudkan masa depan bangsa dengan generasi unggul yang lebih baik dan lebih berkualitas. Selain itu para generasi muda, terutama di Kota Medan dapat terhindar dari bahaya narkoba, seks bebas yang berisiko terkena VIV/AIDS dan penundaan usia perkawaninan.Sementara itu Kepala BKKBN Republik Indonesia Fasli Jalal dalam sambutan singkatnya, sangat mendukung dilaksanakannya gebyar genre ikrar menunda usia perkawinan bagi remaja. Menurutnya mengapa ikrar ini perlu dilakukan, sebab remaja harus melajutkan sekolah setinggi mungkin. Kemudian harus berpikir dan berencana untuk berkeluarga. Lalu berencana akan menjadi masyarakat yang aktif serta menjadi generasi yang sehat.“Untuk mewujudkan itu, remaja harus menunda usia perkawinan. Menikah di usia muda sangat rentan dengan penyakit sehingga terancam akan kematian. Sudah itu terancam dengan perceraian, sebab masing-masing pasangan belum memiliki persiapan yang matang. Karenanya, gunakanlah masa remaja dengan sebaik-baiknya untuk mengukir banyak prestasi,” harap Fasli.Sementara itu Ketua TPP PKK Provinsi Sumatera Utara Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho selaku ketua panitia mengatakan, para pelajar yang berikrar harus komit tidak menikah pada usia muda. Usia matang menikah yaitu perempuan 22 tahun dan lelkai 25 tahun. Jika belum mencapai usia ini, baik perempuan dan laki-laki belum siap menjalani suatu perkawinan, terutama bagi perempuan bila mengandung dan melahirkan cukup berisiko.Untuk itu Sutias berharap para pelajar setelah lulus SMA, khususnya yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi agar tidak melakukan pernikahan sebelum suai tersebut. Karena itu seluruh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan BKKBN untuk terus memberikan konseling kepada para pelajar. Selain itu memberikan kegiatan ketrampilan, sehingga para siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi bisa mengisi kegiatan dan memiliki penghasilan sembari menunggu usia layak nikah.Gebyar Genre Ikrar Menunda Usia Perkawinan Bagi Remaja ini juga diisi dengan penampilan sekitar 20.000 siswa membawakan Tarian Martumba yang digelar secara serentak di 8 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan ikrar menunda usia perkawinan bagi remaja. Tarian Martumba dan pembacaan ikrar ini berhasil masuk rekor MURI dengan penampilan terbanyak.Piagam dari MURI ini diserahkan kepada Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho diwakili Staf Ahli Gubernur Fitriyus, Plt Walikota Medan T Dzulmi Eldin S dan Bupati Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang. Selain itu acara juga diisi dengan penampilan mantan salah satu kontestan Indonesian Idol yakni Igo Idol. Serta pemberian hadiah bagi para pelajar yang berhasil menjawab sejumlah pertanyaan. (BS-001)