Medan, (beritasumut.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan angka kunjungan wisatawan ke Indonesia Tahun 2014 mencapai 9,5 juta orang. Target ini akan terealisasi jika pemerintah daerah dan pelaku wisata, termasuk biro jasa perjalanan (travel) bersinergi melakukan terobosan dalam promosi dan memberikan pelayanan maksimal guna merangsang kunjungan wisawatan.Hal ini disebutkan Kepala Badang Sumber Daya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif I Gede Pitane, saat pembukaan Lomba Marching Band Regional Sumatera dengan tajuk Akademi Pariwisata Extravaganza II 2014 di Halaman Kampus Akademi Pariwisata (Akpar) Medan, Jalan RS Haji, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (26/4/2014).Hadir membuka acara tersebut Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi. Pembukaan lomba ditandai dengan pelepasan balon ke udara disaksikan Direktur Akpar Medan Kosmas Harefa dan seribuan lebih peserta marching band dari empat provinsi.Dalam kesempatan tersebut, Gede menegaskan, jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia Tahun 2013 lalu mencapai 8,8 juta orang, berasal dari berbagai negara. Destinasi wisata di Sumut sendiri menempati urutan keenam penyumbang wisatawan ke Indonesia setelah Bali, Jakarta, Banten, Bintan dan Yogjakarta.Gede meyakini keberadaan Bandara Kualanamu akan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut. Namun kehadiran Bandara Kualanamu tidak akan berpengaruh signifikan menarik minat turis datang ke Sumut jika manajemen wisata dan pelayanan tidak mengalami peningkatan.“Selain keindahan alam, keunikan kebudayaan asli setempat, adat istiadat, kuliner, pertunjukan seperti marching band ini juga menarik perhatian wisatawan untuk datang berkunjung ke Sumut. Semua itu tentu harus didukung adanya jaminan keamanan dari pemerintah daerah,” ujar Gede.Gede juga mengatakan, kondisi keamanan nasional yang stabil saat Pemilihan Umum Legislatif 9 April lalu diyakini akan berpengaruh positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia Tahun 2014, karena faktor keamanan menjadi pertimbangan penting bagi calon turis untuk datang berwisata ke suatu daerah. “Kita bersyukur, pileg kemarin aman dan lancar. Tidak ada kerusuhan yang mengancam stabilitas nasional. Kondisi ini diharapkan akan meningkatkan persentase kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia,” harap Gede. (BS-001)