Medan, (beritasumut.com) – Kemacatan jalan di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) kian hari dinilai semakin parah. Salah satunya disebabkan pemasangan pipa limbah. Tidak hanya kemacatan, sejumlah ruas jalan di Medan juga rusak.Sekaitan dengan hal itu, Anggota Komisi D DPRD Medan Jumadi di Medan, Senin (21/4/2014) mengatakan, pihaknya sangat menyanyangkan sikap pasif yang ditunjukkan oleh Pemko Medan.Seharusnya sebagai pemilik lahan atau kawasan, Pemko Medan bisa dengan tegas menolak dan memberikan peringatan kepada kontraktor atau siapapun yang berada di balik pekerjaan tersebut.Politisi PKS itu menambahkan, masyarakat bukan tidak ingin pembangunan untuk kebaikan Medan di masa datang. Namun, Jumadi menilai pekerjaan tersebut tidak memiliki perencanaan matang."Masyarakat sudah banyak yang mengeluh karena pembangunan tersebut, apalagi banyak pemasangan pipa yang pekerjaannya sudah selesai kondisi jalan tidak dikembalikan seperti semula," sesal Jumadi.Dia juga mengaku sering melintas di Jalan Muchtar Basri, Yos Sudarso, Sutomo yang sudah tidak ada lanjutan pekerjaan, namun badan jalan tidak dikembalikan ke kondisi semula."Pemko Medan melalui intansi terkait harus memberikan teguran keras kepada kontraktor yang sudah membuat ruas jalan di Medan semakin rusak," tandasnya.Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat mengimbau masyarakat untuk mencari jalur-jalur alternatif ketika hendak melintasi jalan rusak akibat sedang ada pemasangan pipa limbah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi kemacetan. "Ini memang efek dari pembangunan, maka dari itu masyarakat saya imbau untuk menghindari lokasi jalan yang sedang melakukan proyek APBN itu," jelas Renward. (BS-024)