DPRD Medan Monitoring Pelaksanaan UN

Redaksi - Selasa, 15 April 2014 19:29 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir042014/beritasumut_Monitoring-UN.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Ketua Komisi B DPRD Medan Landen Marbun (tengah) didampingi Kadis Pendidikan Kota Medan Marasutan (kanan) melakukan monitoring pelaksaanaan UN di Medan. (Ist)

Medan, (beritasumut.com) – Pelaksanaan hari kedua Ujian Nasional (UN) di Kota Medan untuk tingkat SLTA, berjalan lancar. Kendati demikian, Komisi B DPRD Kota Medan banyak menerima informasi terkait kunci jawaban yang diduga bocor dan diperjualbelikan oknum tertentu sehingga menggangu konsentrasi siswa.

Untuk itu, Ketua Komisi B DPRD Medan Landen Marbun dengan tegas meminta kepada guru, Dinas Pendidikan (Disdik) Medan serta aparat kepolisian supaya bekerjasama menelusuri sumber kunci jawaban yang diyakini akan menyesatkan peserta ujian.

Hal tersebut disampaikan Landen Marbun saat melakukan monitoring pelaksanaan UN di SMA Negeri 4 dan SMAN 3 Medan, Selasa (15/4/2014). Ditegaskan Landen, Disdik Medan dan kepolisian harus menyikapi serius kertas jawaban yang diduga diperjualbelikan oknum tertentu kepada peserta ujian.

“Kita minta aparat terkait supaya menelusuri dan mengusut siapa aktor pelaku penyebaran kunci jawaban UN. Ini perlu ditelusuri asal usulnya. Karena bukan tidak mungkin ada oknum yang memanfaatkan momen UN untuk meraup keuntungan pribadi. Sementara kunci jawaban yang beredar belum tentu mengandung kebenaran,” tegas Landen didampingi Anggota Komisi B DPRD Medan M Yusuf dan Juliandi Siregar.

Untuk pelaksanaan UN pada tahun mendatang diharapkan semua elemen masyarakat terutama Disdik dan pihak kepolisian supaya mengusut pelaku penyebar kunci jawaban UN. Pertama, Disdik diminta supaya menjaga kerahasiaan soal UN. Kedua, pihak kepolisian supaya menangkap pelaku penyebar kunci jawaban.

“Kita harapkan anggaran yang dialokasikan di APBN untuk pelaksanaan UN tidak sia-sia karena ulah oknum tertentu yang sengaja membocorkan soal. Disdik dan para guru diharapkan harus mampu memberikan kepercayaan kepada siswa untuk dapat percaya diri dalam mengerjakan soal UN tanpa dipengaruhi adanya kunci jawaban yang tidak jelas asal usulnya,” ujar Landen.

Sementara itu Kepala SMAN 4 Medan Ramli dihadapan anggota dewan menyebutkan, pihaknya tetap waspada dengan tawaran kunci jawaban. Kepada siswa ditekankan supaya percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki lewat pembekalan dari sekolah dan bimbingan belajar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Marasutan yang meninjau pelaksanaan UN di SMAN 3 Medan bersama Komisi B DPRD Medan mengatakan terkait kesuksesan pelaksanaan UN tetap meminta dukungan dan masukan dari dewan serta semua elemen. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Peristiwa

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Peristiwa

Nonton Film Untuk Angeline di Hermes XXI Medan Bareng Artis dan Kak Seto

Peristiwa

Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara

Peristiwa

Kwarta Incar Kemenangan Hadapi Deliserdang United

Peristiwa

Lapak Terbakar, Pedagang Aksara Jualan di Pinggir Jalan