Medan, (beritasumut.com) – Kebanyakan klub motor identik dengan berkendara dengan kencang dan suara nyempreng. Namun pecinta motor Yamaha RX-King khususnya The King Medan tak mau dicap suka ugal-ugalan. Terlebih disebut sebagai geng motor. Mereka ingin mengedepankan tertib berlalulintas, semangat persaudaraan, kebersamaan dan solidaritas.
Sebuah tumpeng yang disajikan saat ulang tahun The King Medan yang pertama pada Jumat (5/4/2014) malam di Sekretariat The King Medan, Jalan Zein Hamid, Medan, Sumatera Utara (Sumut) membuat suasana kekompakan dan kebersamaan semakin hangat.
Ulang tahun yang pertama itu mengambil tema “Kesederhanaan, kekompakan, dan kekeluargaan", ujar Ketua The King Medan Dedy Andry di Medan, Sabtu (12/4/2014).
Klub sepeda motor ini merayakan ulang tahun ke 1 setelah didirikan 5 April 2013. Acara ulang tahun ini dibuat sangat sederhana dengan persiapan yang singkat, imbuhnya.
Dedy Andry yang biasa disapa Ucil mengatakan, pada awal berdiri The king Medan hanya 6 orang, Ucil, Eman, Apin, Agung, Wawan, Aseng. Namun seiring tumbuhnya komunitas ini, khalayak umum diperkenankan ikut bergabung supaya klub ini semakin ramai. “Tentu dengan syarat-syarat yang sudah kami tentukan termasuk pecinta RX-King,” katanya.
Komunitas The King Medan tidak sekadar hura-hura dan mengumbar kegaduhan di jalan raya. The King Medan sejak semula diarahkan untuk saling berbagi. Misalnya, mereka melakukan bakti sosial, peduli bencana dan yang terpenting kekeluargaan dan kekompakan team, imbuh Aulia, Humas The king Medan.
Tak hanya itu, bersama 30 anggotanya, klub motor yang dikenal dengan suara nyempreng ini melakukan touring di sebagian kota. Di setiap kota, mereka juga menggelar bakti sosial dan saling silaturahmi antar komunitas RX-King dan klub motor lainnya.
Di seputaran Kolam Deli, Medan, sepekan sekali saling bertemu, diskusi soal sepeda motor dan ngobrol berbagai hal. “Biasanya kami ngumpul setiap malam sabtu di Kolam Deli (Masjid Raya Medan),” jelas Aulia. (BS-001)