Medan, (beritasumut.com) – Lau Amoi (67) warga Jalan Pendidikan Gang Indah, Glugur, Medan, Sumatera Utara (Sumut), ditemukan tewas di ruang tamu rumahnya.Korban pertama kali ditemukan oleh saudaranya Liana alias A Lien (64) yang mendatangi rumah korban karena merasa curiga korban tak kunjung keluar rumah seperti biasanya.Namun, saat Liana memasuki rumah tersebut, korban ditemukan tergeletak di ruang tamu dalam posisi gosong dan tidak bernyawa."Seperti biasa saya datang ke rumah ini untuk memberi makan, tapi korban tak kunjung keluar. Sore tadi saya datang lagi kerumahnya dan mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi telungkup dan gosong," ujarnya.Selanjutnya, Liana langsung menghubungi keluarga korban dan membawa korban ke Angsapura untuk disemayamkan.Pihak Angsapura yang melihat kematian korban tidak wajar karena korban mengalami luka di kepala dan jari, langsung menghubungi aparat Kepolisian Sektor Medan Timur.Pihal kepolisian yang mendapat informasi langsung datang ke Angsapura dan membawa korban ke RS Pringadi untuk divisum. Petugas juga melakukan olah TKP di rumah korban.Kapolsek Medan Timur Kompol Juliani Prihatini saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya mendapat informasi dari pihak Angsapura bahwa ada korban meninggal tidak wajar.“Kami mendapat tadi dari pihak Angsapura bahwa ada yang meninggal tidak wajar, makanya saya suruh anggota reskrim turun ke sana dan melihat. Anggota saya bilang korban dalam posisi gosong dan luka di kepala karena terkena hantaman benda tumpul dan di jari ada goresan,” ujar Kapolsek.Kapolsek juga mengatakan, pihaknya saat ini belum dapat memastikan penyebab tewasnya korban karena lokasi tempat korban ditemukan tewas sudah dibersihkan oleh keluarga. "Masih kita selidiki. Saat ini ada dua saksi kita periksa," ujarnya.Kepala Lingkungan IV Kelurahan Glugur Darat II Pangihutan mengatakan, kematian korban sempat ditutupi oleh pihak keluarga yang tak ingin berita kematian korban tersebar."Pihak Polsek Medan Timur tahunya setelah ditelepon oleh pihak Angsapura. Korban merupakan seorang janda yang kesehariannya tinggal bersama keponakannya Mei Fan serta anaknya Angelin (11), Nicolas, (7) dan Sophia (6)," katanya.Dijelaskannya, semasa hidup korban dinilai mempunyai jiwa sosial yang tinggi dan peduli. "Sosial korban tinggi terhadap masyarakat. Korban juga sering memberikan bantuan ke kantor lurah," katanya. (BS-031)