Medan, (beritasumut.com) – Warga sekitar sudah mengetahui rumah yang berada di Jalan STM Gang Rahmat, Medan, Sumatera Utara (Sumut) dijadikan tempat penyaluran pekerja yang menawarkan jasa pembantu rumah tangga. Namun warga mengaku tidak tahu terjadinya penyekapan."Saya heran kok ada kabar disekap. Memang rumah tersebut selalu tertutup, tapi kami tahu itu tempat penyaluran tenaga kerja wanita," ujar salah seorang warga, Intan (37), saat melihat penggerebekaan rumah tersebut, Jumat (14/3/2014) dini hari.Juga disebutkan, para pekerja tersebut sering dijemput mobil saat pagi hari dan diantar pada sore harinya. "Pagi dijemput dan sore diantar, kurang bergaul juga mereka," ujarnya.Jika memang terjadi penyekapan, warga meminta pihak berwenang mengusut tuntas kasus ini. Diberitakan sebelumnya, Paguyuban Warga Indonesia Bagian Timur menggerebek tempat penampungan pekerja asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di Jalan STM Gang Rahmat, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (13/3/2014) malam sekira pukul 23.30 WIB.Dalam penggerebekan yang dipimpin Ketua Paguyuban Indonesia Timur Bob Solokan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja NTT Simontokan ditemukan empat orang pekerja di tempat penampungan yang juga kantor perusahaan penyaluran tenaga kerja CV Sari Asih itu.Empat orang pekerja asal NTT yang berhasil ditemukan di tempat penampungan itu yakni Emi Noal Mince (23), Desi (20), Sensi (20) dan Melky (18). Di tempat itu juga ditemukan Mardiah sebagai penata laksana rumah tangga yang juga bertugas mengurus keempat pekerja itu. (BS-031)