Medan, (beritasumut.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli UISU Satu (MAPU-1) berunjukrasa di Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (12/3/2014).
Dalam tuntutannya, pendemo mendesak aset-aset Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) segera diselamatkan, selamatkan masa depan mahasiswa UISU, Gubernur Sumut segera turun tangan menyatukan UISU tanpa pandang bulu dan Gubernur Sumut harus tegas menangani penyatuan UISU.
Dalam pernyataan sikapnya MAPU-1 juga menyebutkan, angin kencang yang merobohkan kejayaan dan nama baik UISU Tahun 2006 berdampak hingga saat ini. Dualisme Yayasan UISU terus bersengketa tanpa titik terang penyatuan UISU. Konflik dualisme Yayasan UISU telah merambat ke akademik UISU yang meresahkan mahasiswa UISU.
Pimpinan kedua belah pihak yang mengakui dirinya benar tetap mempertahankan prinsipnya untuk menguasai UISU dengan alasan penyatuan UISU dan juga untuk kepentingan mahasiswa UISU, tapi hingga sekarang mahasiswa UISU tidak merasakan itu.
Masih menurut pendemo, ikut campurnya Kopertis Wilayah I untuk menangani permasalahan UISU bukan semakin terang malah semakin memperkeruh suasana. Kopertis tidak tidak mampu mengenyampingkan konflik Yayasan UISU demi perbaikan akademik UISU. Kopertis dituding tidak netral dalam penyatuan UISU.
Pendemo akhirnya diterima Kasi Pendidikan Menengah Tinggi (Dikmenti ) Dinas Pendidikan Sumut Haramain didampingi Kasatpol PP Sumut Josua Sinurat.
Haramaian mengatakan, Pemprov Sumut akan segera menindak lanjuti tuntutan mahasiswa.
"Kita berharap para mahasiswa bersabar dan permasalahan ini akan kita rapatkan dengan kepala dinas dan gubernur. Hasil dari rapat itu akan kita sampaikan kepada pimpinan aksi dan korlap," ujarnya. (BS-001)