Medan, (beritasumut.com) – Krisis listrik di Sumatera Utara (Sumut) semakin tak karuan. Bahkan sudah mencapai tingkat memprihatinkan. Hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat agar rakyat Sumut tidak lagi menjerit karena setiap hari pasti ada saja pemadaman. Bahkan sudah seperti minum obat.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ramadhan Pohan menyikapi krisis listrik di Sumut di Medan, Senin (3/3/2014).
Menurutnya, bila pemerintah bersungguh-sungguh mengatasi krisis listruk di Sumut, maka tidak akan sampai parah seperti sekarang ini. Dia sangat menyayangkan sikap pemerintah pusat yang terkesan hanya memperhatikan daerah lain saja seperti Jawa ketimbang Sumut yang kaya akan sumber daya mineral dan alamnya ini.
"Saya benar-benar heran melihat kinerja pemerintah pusat saat ini, kenapa di Jawa dan Bali listrik bisa surplus? Sementara di Sumut malah terjadi krisis listrik sehingga banyak masyarakat yang menjadi korban. Padahal, penerangan listrik sangat dibutuhkan bagi masyarakat Sumut agar rakyat tidak bodoh," papar Anggota DPR RI dari Partai Demokrat ini.
Dia juga menyampaikan, sudah sebanyak 449 desa di Sumut dia datangai dan semua masyarakatnya mengeluhkan tentang pemadaman listrik yang semakin menjadi-jadi.
Untuk itu Ramadhan meminta pemerintah pusat untuk benar-benar memperhatikan persoalan listrik ini khususnya di Sumut yang saat ini semakin memprihatinkan.
"Kasihan rakyat kalau persoalan ini terus dibiarkan berlarut-larut. Akan semakin bodoh masyarakat karena tidak ada penerangan di saat mereka sedang belajar. Kita sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk segera melakukan perbaikan terhadap krisis listrik di Sumatera Utara," tegasnya. (BS-024)