Medan, (beritasumut.com) – Kondisi parit di Kecamatan Medan Kota, terutama di Kelurahan Kota Matsum (Komat) III banyak yang tersumbat dan mengalami sendimentasi yang cukup parah akibat dipenuhi sampah. Selain itu tidak sedikit permukaan parit di depan rumah maupun usaha milik warga yang ditutupi dengan papan dan coran beton. Tak pelak setiap kali hujan deras turun, parit yang ada tidak mampu lagi menampung debit air sehingga melimpah dan menggenangi jalan maupun rumah warga.Demikian hasil peninjauan yang dilakukan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin S di persimpangan Jalan Puri dan Jalan Laksana, Kelurahan Komat III, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (25/2/2014). Berdasarkan pengakuan sejumlah warga, kondisi itu terjadi akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan camat dan lurah. Di samping itu ujung tombak Pemko Medan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tersebut pun dinilai kurang untuk menggerakkan warganya bergotong-royong.Eldin didampingi sejumlah Pimpinan SKPD menyaksikan langsung parit-parit yang ada telah mengalami sendimentasi akibat dipenuhi sampah. Apalagi saat itu beberapa titi milik warga dibongkar guna memudahkan pengorekan, sampah tampak memenuhi parit. Malah Eldin sampai berjongkok untuk melihat tumpukan sampah sehingga membuat parit mengalami pendangkalan. Selanjutnya Eldin memerintahkan puluhan petugas Dinas Bina Marga untuk melakukan pengorekan dan pendalaman agar air kembali mengalir.Begitu juga ketika mantan Sekda Kota Medan itu meninjau Jalan Laksana Gang Wasono, parit busuk yang membelah kawasan itu tak luput dipenuhi sampah. Saking banyaknya sampah, permukaan air parit tak kelihatan lagi. Dengan kondisi seperti itu, pengorekan tidak mungkin dilakukan dengan cara manual menggunakan cangkul maupun garukan. Untuk itulah Eldin minta diturunkan 1 unit alat berat jenis backhoe untuk melakukan pengorekan.Lurah Komat III Clara Patria justru menyalahkan Dinas Bina Marga atas tumpukan sampah yang memenuhi permukaan parit busuk yang berada di wilayah tugasnya tersebut. Dia mengaku sudah berulangkali melaporkan kepada Dinas Bina Marga untuk dilakukan pengorekan namun tidak sekalipun dilakukan pengorekan.“Sudah 10 tahun saya bertugas di tempat ini. Kondisinya (parit busuk) sudah seperti ini. Saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga untuk dilakukan pengorekan tapi juga dilakukan pengorekan,” kata Patricia kepada Plt Walikota.Eldin tidak mengomentari penjelasan tersebut. Dia kemudian memerintahkan pengemudi backhoe untuk melakukan pengorekan sampah dari parit busuk. Sampah hasil pengorekan langsung diangkut truk. Bagi Eldin yang terpenting saat itu parit busuk bersih dari sampah dan airnya bisa mengalir kembali.Di saat backhoe melakukan pengorekan parit busuk, Eldin kembali meneruskan peninjauan. Untuk permukaan parit yang sudah dibeton, Eldin mengistruksikan dilakukan pengeboran guna memudahkan dilakukannya pengorekan. Ada 2 titi warga yang dibor dengan menggunakan bor mesin untuk membuat lubang agar petugas Dinas Bina Marga bisa memasuki parit guna melakukan pengorekan. Kemudian diikuti dengan penyedotan lumpur yang dilakukan mobil tangki penyedot lumpur milik Dinas Bina Marga.Usai melakukan peninjauan, Eldin kemudian mengingatkan camat dan lurah agar rutin melakukan pengawasan di wilayah tugasnya masing-masing agar mereka bisa mengetahui apa yang terjadi. “Mereka (camat dan lurah) harus mengetahui sekecil apapun masalah yang terjadi di wilayahnya masing-masing. Karena itu jarum jatuh pun, mereka harus tahu. Ini bisa dilakukan jika mereka benar-benar melakukan pengawasan dan menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi yang telah diberikan,” kata Eldin mengingatkan. Lebih jauh Eldin menambahkan, apabila camat dan lurah benar-benar menjalankan tugasnya, maka parit tidak mungkin mengalami sendimentasi akibat banyaknya sampah dan warga tidak melakukan pembetonan di atas permukaan parit. Untuk itulah dia mengingatkan, setelah dilakukan pengorekan ini, camat dan lurah harus mengawasinya dan terus melakukan sosialisasi kepada warganya agar tidak membuang sampah ke dalam parit.“Di samping itu saya minta kepada camat dan lurah supaya aktif mengajaknya melaksanakan gotong royong secara rutin, minimal membersihkan parit yang ada di rumahnya masing-masing. Saya yakin jika itu sudah dilakukan, Insya Allah tidak kita temukan lagi ada parit yang dipenuhi sampah seperti ini. Tanpa dukungan penuh masyarakat, sulit bagi kita untuk mewujudkannya. Jika dalam melakukan gotong royong diperlukan alat-alat yang lebih lengkap, termasuk alat-alat berat, maka camat dan lurah harus segera melaporkannya agar segera kita datangkan,” ungkapnya.Kepada masyarakat, Eldin pun tak bosan-bosannya untuk mengingatkan agar ikut membantu menjaga kebersihan parit yang sudah dikorek ini. Dengan penjagaan yang dilakukan warga, termasuk tidak lagi membuang sampah ke dalam parit, Eldin optimistis mampu mengatasi masalah genangan air yang selama ini terjadi.Sementara itu Rizal (40), mewakili warga sekitar sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Plt Walikota Medan. Dia mengaku selama ini setiap kali hujan deras, kawasan tempat tinggalnya digenangi air setinggi lutut orang dewasa. Kondisi itu sudah puluhan tahun terjadi dn belum pernah dilakukan pengorekan seperti ini.“Untuk itu atas nama warga sekitar, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Plt Walikota. Sudah lama kami berharap agar parit yang ada di kawasan ini dikorek karena mengalami pendangkalan akibat banyaknya sampah. Alhamdulillah hari ini telah dilakukan pengorekan, semoga dengan pengorekan yang dilakukan dapat mengatasi banjir yang selama ini selalu menerpa kami,” harap Rizal. (BS-001)