Tapsel, (beritasumut.com) – Penuntasan Krisis listrik di Sumatera Utara tampaknya hanya omong kosong sebab setelah berhasil “menggelapkan” Kota Medan dan beberapa kabupaten/kota lainnya di Sumut pada akhir tahun lalu maka bencana pemadaman listrik kini melanda Kota Padang Sidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) di saat pelajar Kelas III SMP dan SMA Sederajat tengah Ujian Akhir Sekolah (UAS). Pemadaman listrik di Kota Padang Sidimpuan kurun waktu beberapa hari belakangan ini menimbulkan keresahan di masyarakat sebab terjadi pada malam hari selama kurang lebih 3 jam, sehingga rawan mengakibatkan terjadi bencana kebakaran dan mengganggu proses belajar khususnya pelajar Kelas III SMP dan SMA Sederajat. “Umumnya pemadaman dimulai sekitar pukul 9 malam, agar tetap terang tentu kita menggunakan alat penerangan menggunakan api seperti lilin dan kala pemadaman itu berlangsung hingga pukul 12 malam tentu warga sudah banyak yang tertidur dan api lilin yang kecil bisa menjadi kobaran api sehingga terjadi kebakaran yang merugikan masyarakat secara materil bahkan korban nyawa,” ujar Charles Ritonga salah seorang warga Kelurahan Losung, Kota Padang Sidimpuan, Sumut, Senin (24/2/2014). Menurutnya, jika pihak PLN tidak dapat menghindari pemadaman listrik hendaknya tidak dilakukan pada malam hari. “Jika terjadi malam hari maka PLN harus bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan dan mengganti rugi kerugian warga yang menjadi korban kebakaran akibat pemadaman listrik. PLN hendaknya jangan mau enaknya saja, ketika masyarakat telat bayar listrik langsung didenda, dan ketika pemadaman terjadi tidak ada sanksi apapun,” imbuhnya. Di sisi lain, ia menilai permasalahan pemadaman listrik di Kota Padang Sidimpuan saat ini harusnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah dan DPRD Kota Padang Sidimpuan apalagi di saat pelajar Kelas III SMP dan SMA tengah menghadapi UAS. “Harusnya kedua lembaga itu menunjukkan sikap mengatasi kejadian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sudah tidak seharusnya Pemko dan DPRD berpangku tangan atau bersikap senang melihat Kota Padang Sidimpuan gelap gulita di malam hari apalagi seperti saat UAS seperti ini,” ujarnya. Seperti halnya di Kota Padang Sidimpuan, pemadaman listrik juga terjadi di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel yang ada kalanya terjadi pada siang hingga malam hari. “Di sini (Sipirok) juga terjadi, kadang dari siang hingga malam,” ujar Sutan Maruli salah seorang warga Sipirok yang dihubungi melalui telepon. Dikatakannya, sebagai warga negara yang tidak berdaya, masyarakat hanya pasrah dengan pemadaman listrik yang dilakukan PLN Cabang Padang Sidimpuan dengan dengan alasan apapun. “Kalau listrik padam, sudah kayak kembali ke jaman batu, bagaimana pelajar akan pintar jika kebutuhan penerangan untuk belajar saja tidak terjamin tetap nyala,” ujarnya. Ia mengharapkan Pemkab dan DPRD memberikan kepedulian terhadap pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN. “Pemkab dan DPRD jangan hanya sibuk menggalang suara untuk pileg tanpa peduli keluhan rakyatnya,” ketusnya. (BS-029)