Medan, (beritasumut.com) – Proyek pemasangan pipa air limbah oleh PT Wijaya Karya (Wika) di Jalan Gaharu, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) membuat saluran pipa air bersih milik PDAM Tirtanadi Provinsi Sumut, pecah. Alhasil warga Jalan Gaharu mengalami krisis air bersih sejak Jumat (21/2/2014) hingga Ahad (23/2/2014) siang.
Selain mengalami krisis air bersih, pipa air yang pecah tersebut juga mengintai korban jiwa dikarenakan banyak anak-anak yang bermain di sekitar lokasi pecahnya pipa air milik PDAM Tirtanadi.
Anehnya, pihak pelaksana proyek pemasangan pipa air limbah yakni PT Wika tidak langsung merespon pecahnya pipa air yang berdampak terganggunya pasokan air bersih kepada pelanggan PDAM Tirtanadi.
Menanggapi permasalahan bocorya pipa PDAM Tirtanadi, Kacab PDAM M Yamin Pahmiuddin melalui telepon mengaku sudah mendapat adanya laporan soal pipa milik PDAM yang bocor akibat pengerjaan proyek air limbah. Pihak PDAM Tirtanadi telah melakukan perbaikan.
Sementara itu Tokoh Masyarakat Jalan Gaharu Asmar Syukri yang akrab disapa Amay kepada wartawan, Ahad (23/2/2014) mengatakan sejak proyek galian dan pemasangan air limbah di kawasan Jalan Gaharu dikerjakan PT Wika, banyak masyarakat yang merugi.
"Sudah banyak masyarakat yang merugi dikarenakan proyek galian air limbah, tak hanya menganggu arus lalulintas karena tertutupnya beberapa bagian badan jalan juga telah membuat sejumlah warung dan toko warga terpaksa tutup," ujarnya.
Hal senada disampaikan warga Jalan Gaharu lainnya, Umri. Diungkapkan, keadaan itu telah membuat ia dan keluarganya merasa kesulitan saat hendak mandi dan mencuci pakaian. Apalagi seperti saat sekarang ini Kota Medan sudah lama tidak turun hujan menyebabkan abu proyek pengorekan mengganggu kesehatan bagi warga sekitar maupun pengguna jalan.
Selain Umri, warga lainnya Opung yang memiliki warung kelontong juga merasa sangat dirugikan karena omset penjualannya menurun drastis karena pembeli menjadi sangat berkurang setelah proyek itu berlangsung.
Warga berharap adanya kepedulian atas keluhan mereka dan meminta Pemko Medan segera mencari solusinya.
Sementara itu, pihak PT Wika bernama Mesran saat dihubungi melalui telepon menyatakan pihaknya telah menyediakan sumur pompa untuk digunakan masyarakat guna mengatasi keringnya air sumur.
Namun Mesran mengatakan yang paling bertanggungjawab dalam pengerjaan ini adalah pihak subkontraktor yang dipimpin Sagala.
"Kalau ada wartawan dan LSM yang mau konfirmasi sekaitan proyek silahkan langsung mendatangi pihak PT Inotech di Jalan Kenanga Raya/Kemuning karena kami hanya sebagai mitra kerja," ujarnya.
Sementara Sagala yang dihubungi mengaku proyek yang dikerjakan merupakan proyek PT Wika dan Dinas Perkim Medan.
Sagala pun tidak bisa memutuskan lebih jauh masalah protes apalagi ganti rugi terhadap warga yang usahanya terpaksa tutup akibat proyek tersebut. (BS-021)