Hiburan Malam Semakin Berkembang, Pemerintah dan MUI Madina Harus Bertindak

Redaksi - Jumat, 21 Februari 2014 20:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022014/beritasumut_Zainal-Arifin.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Zainal Arifin. (Ist)
Panyabungan, (beritasumut.com) – Pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) harus bertindak dan bertanggung jawab terkait berkembangnya tempat-tempat hiburan malam di Madina.Demikan disampaikan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muslim Madina (IM3) Zainal Arifin usai Sholat Jumat di Panyabungan, Kabupaten Madina, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (21/2/2014). Julukan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagai Serambi Makkahnya Sumut yang terus digaungkan terancam hilang ditelan zaman kalau permasalahan ini tidak segera diatasi. Moral masyarakat di Madina akan rusak khususnya generasi muda.“Disinilah kita harapkan tindakan pemerintah dan MUI Madina untuk mempertahankan julukan Serambi Makkahnya Sumut. Kita sama-sama mengetahui bahwa berkembangnya tempat hiburan malam di Madina akibat banyaknya pendatang ke Madina,” ungkapnya.Sebelumnya, IM3 telah pernah menyoroti keberadaan pendatang di Madina untuk menambang. Sebab mereka datang tanpa membawa surat pindah atau pengenal lainnya. Selain itu siapa tau orang itu ternyata membawa penyakit ke Madina.Lebih lanjut Zainal menyampaikan, mengingat akhir-akhir ini di Indonesia ini sering terjadi bencana alam, maka diserukan kepada MUI dan pemerintah untuk bertindak terhadap tempat-tempat hiburan malam. Jangan nanti setelah Allah SWT memberikan peringatan dengan menurunkan bencana, barulah tempat hiburan malam tidak ditertibkan.“Informasi yang kita dapat, ada juga hotel dan kafe di Madina yang modusnya tempat karaoke, namun mereka menyiapkan wanita penghibur dan minuman keras untuk pelanggannya. Inilah yang akan merusak citra Madina,” jelas Zainal.Selain itu Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang saat ini lagi gencar-gencarnya menyuarakan Maghrib Mengaji akan sia-sia jika tempat-tempat hiburan malam masih berkembang di Madina.“Jangan harap pemerintah bisa menjalankan program itu kalau tempat hiburan malam masih berkembang, karena penghuni hiburan malam ini hampir anak muda semua,” tegas Zainal.Marilah sama-sama menjaga nama baik Kabupaten Madina. Selama ini Madina dikenal dengan julukan Serambi Makkahnya Sumut. Jangan nanti julukan tersebut hilang gara-gara ketidakmampuan pemerintah menindak hiburan malam. “Kita juga mengimbau masyarakat Madina supaya sama-sama ikut menjaga nama baik Madina. Sebab menjaga nama baik Madina bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan MUI,” tegasnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Ditanya Nama 9 Orang Tim Pansel, Kaiman Turnip Tak Ingin Bawa-bawa BKD

Peristiwa

Formasi Tim Pansel Tetap Sembilan Orang, Gubsu Enggan Beberkan Nama-namanya

Peristiwa

Wacana Dana Parpol dari APBN, NasDem: Tunda!

Peristiwa

Erry : Sumut Siap Jadi Tuan Rumah MTQN 2018 Mendatang

Peristiwa

Mutasi dan Lelang Jabatan Penghambat Penyerapan Anggaran

Peristiwa

Danau Toba Jadi Salah Satu dari 10 Destinasi Prioritas Pariwisata Nasional