Petani Bangun Sumur di Areal Persawahan Atasi Kekeringan di Panyabungan

Redaksi - Selasa, 18 Februari 2014 18:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022014/beritasumut_Petani-Bangun-Sumur.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Petani di Panyabungan Utara, Kabupaten Madina membangun sumur di areal persawahan untuk mengatasi kekeringan. (M Saima Putra)
Panyabungan, (beritasumut.com) – Petani membangun sumur di areal persawahan untuk mengatasi kekeringan yang melanda ribuan hektar sawah di Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Petani di Desa Baringin Jaya, Sopo Sorik, Tor Banua Raja, Kampung Baru, Suka Ramai dan Simanondong, Kecamatan Panyabungan Utara, kini terancam gagal panen.Muhammad Rizal, petani Desa Baringin Jaya yang membangun sumur di sawahnya mengatakan bahwa sejak kekeringan melanda desa mereka,  banyak masyarakat beralih pekerjaan. Kekeringan terjadi Sungai Simalagi yang airnya bersumber Sungai Batang Gadis kini kering. “Ribuan hektar sawah tadah hujan di enam desa kini mengalami kekeringan. Padi saat ini mulai menguning bukan karena sudah mejelang panen tapi layu akibat teriknya panas matahari ditambah air tidak ada,” katanya di Desa Baringin Jaya, Selasa (18/2/2014).Petani resah. Selain hujan tak kunjung turun, bantuan dan solusi dari pemerintah tak juga tiba. Akhirnya, para petani hanya beraktivitas membersihkan rumput yang tumbuh di sela tanaman padi dan menyiram sawah yang sudah terlanjur ditanami. “Jika tidak membangun sumur, padi akan mati dan petani akan mengalami kerugian,” tandasnya.Sementara Kepala Desa Baringin Jaya Abbas Siregar mengatakan kekeringan yang melanda 6 desa sudah lama terjadi. Namun kekeringan kali ini cukup parah sehingga petani terancam gagal panen.“Kami sudah sering memberitahukan permasalahan ini ke dinas terkait agar dicarikan solusi agar masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa. Namun hingga sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah,” imbuhnya.Masyarakat 6 desa mengharapkan pemerintah secepatnya mencari solusi agar keenam desa yang memiliki luas lahan pertanian mencapai ribuan hektar tidak gagal panen, pungkasnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

KA Sri Lelawangsa Mogok, Penumpang Turun di Areal Persawahan