Medan, (beritasumut.com) – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang mengguyur daerah di sekitar Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo dalam 2 hari terakhir cukup membantu program percepatan pemulangan pengungsi, pembersihan hunian maupun lahan pertanian.Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan pendek, Ahad (16/2/2014).Dijelaskan, turunnya hujan semoga dapat dimaknai sebagai upaya untuk dapat segera kembali ke desanya dan melakukan aktivitas keseharian yang telah lama ditinggalkan selama 4 bulan lebih berada di jambur pengungsian. Warga desa yang telah diperbolehkan pulang sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) agar mematuhi larangan pemerintah untuk tidak beraktivitas dan berada di dalam radius 5 kilometer dengan alasan apapun.Masih menurut Sutopo, warga yang sudah kembali ke desa masing-masing berjumlah 5.783 jiwa/1.619 KK yang berasal dari Desa Batu Karang, Desa Rimo Kayu dan Desa Naman. Sedangkan warga desa lainnya yang akan dikembalikan berasal dari Tiganderket, Kutambaru, Tanjung Merawa, Kutambelin, Kebayaken, Gungpinto, Sukandebi dan Payung yang saat ini tengah melakukan pembersihan hunian dan fasilitas umum bersama TNI, Polri dan Relawan. Sementara itu, meskipun Kepala BNPB Syamsul Maarif berada di Kediri untuk menangani erupsi Gunung Kelud, tetap memberikan arahan bagi personel BNPB di Sinabung dalam pemulangan pengungsi.BNPB mengkoordinasikan potensi nasional bersama unsur Pemkab Karo secara rutin melakukan sosialisasi di jambur-jambur pengungsian untuk memberikan pemahaman secara utuh kepada pengungsi sebagai proses pengetahuan gejala Sinabung dan untuk membentuk penanganan secara mandiri serta kesiapsiagaan masyarakat di masa mendatang. Unsur Pemkab Karo menyampaikan materi sosialisasi terkait program pelayanan bantuan pendidikan, pertanian dan kesehatan.Seperti diketahui, erupsi Gunung Sinabung pada 1 Februari lalu menewaskan 17 orang. (BS-001)