Korban Tewas Akibat Awan Panas Sinabung Menjadi 17 Orang

Redaksi - Rabu, 12 Februari 2014 16:02 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022014/beritasumut_Mayat.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi

Medan, (beritasumut.com) – Korban meninggal akibat awan panas Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo menjadi 17 orang setelah pada Selasa (11/2/2014), Sehat Sembiring (47) meninggal dunia di RS Efarina Etaham, Berastagi. Sebelumnya korban sempat dirawat secara intensif sejak 1 Februari lalu.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pean pendek, Selasa (11/2/2014).

Dijelaskan, para korban meninggal akan mendapat santunan Rp11 juta dengan rincian dari Kemensos sebesar Rp5 juta, Gubernur Sumatera Utara Rp3,5 juta dan Bupati Karo Rp2,5 juta. Pemberian santuan secara simbolis kepada para ahli waris di Posko Utama Pengungsian di Kabanjahe, Kamis (13/2/2014).

Sementara itu proses pemulangan pengungsi masih dilakukan. Kepala BNPB Syamsul Maarif, menekankan agar semua petugas membantu proses pemulangan pengungsi. Sebanyak 236 personel TNI, Polri dan relawan dikerahkan dalam pemulangan pengungsi dari 4 desa.

Dimulai dengan apel persiapan di Posko Utama Kabanjahe, TNI, Polri, Pemkab Karo, BPBD Sumut, dan relawan memfasilitasi para kepala keluarga untuk pembersihan rumah dan fasilitas umum di desa mereka pada Senin (10/2/2014). Kepala keluarga dari Desa Cimbang, Ujung Payung, Rimo Kayu, dan Batu Karang mulai melaksanakan pembersihan tempat tinggal mereka masing-masing.

Setelah apel persiapan, truk dari TNI, Polri, dan Pemda menjemput para kepala keluarga (KK) di jambur-jambur. Para ibu, anak-anak, dan kelompok rentan lain masih tinggal di pos penampungan hingga tempat tinggal mereka siap dihuni kembali. Target pembersihan selama tiga hari ini sebagai rencana persiapan pemulangan keluarga yang saat ini masih di pos penampungan.

Pembersihan tempat tinggal masing-masing KK menggunakan padat karya atau cash for work. Masing-masing kepala keluarga memperoleh Rp50.000 per KK/hari. Berdasarkan data Posko Utama, jumlah dari 4 desa tersebut sebagai berikut Desa Cimbang 68 KK (234 jiwa), Rimo Kayu 196 KK (657 jiwa), Batu Karang 270 KK (805 jiwa), dan Ujung Payung 93 KK (311 jiwa), tandas Sutopo. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

RS Bhayangkara Tegaskan Tak Ada Pungutan Apapun Kepada Korban Banjir Bandang Sibolangit

Peristiwa

Keluarga Korban Banjir Bandang Sibolangit Dikenakan Biaya Ambulance Rp 5 Juta

Peristiwa

Tim SAR Gabungan Lanjutkan Proses Pencarian Korban Banjir Bandang Sibolangit

Peristiwa

Korban Tewas Tabrakan Maut di Deli Serdang Jadi 5 Orang

Peristiwa

Korban Tewas Tertimpa Paramotor Dimakamkan Siang Ini

Peristiwa

Korban Tewas Tertimpa Paramotor di Medan Air Show Tinggalkan 3 Anak