Rencana Pembangunan Tower PT Hutchinson Ditentang Warga Sei Agul Medan

Redaksi - Jumat, 07 Februari 2014 16:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir022014/beritasumut_Tower-Telekomunikasi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi

Medan, (beritasumut.com) – Warga Jalan Danau Singkarak Gang Madrasah, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, resah. Pasalnya, di antara pemukiman warga saat ini dibangun tower telekomunikasi PT Hutchison 3 Indonesia (H3I).

Tower yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan, selain membuat warga tidak nyaman dan dinilai melanggar Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Komuikasi dan Informatika dan Kepala Badan Koodinasi dan Penanaman Modal Tahun 2009 tentang pedoman pembangunan dan penggunaan bersama menara telekomukasi.

Sebab dalam tata cara pembangunan menara salah satu syarat admisnitratifnya, mendapat persetujuan warga sekitar dalam radius sesuai dengan ketinggian menara. Namun faktanya, dalam pembangunan menara milik PT H3I, puluhan warga belum memberikan persetujuan.

Misalnya Dwi Simbolon yang rumahnya bersebelahan dengan tower yang direncanakan akan dibangun dengan ketinggian 30 an meter itu, hingga kini belum memberikan persetujuan. Sebenarnya tidak hanya Dwi yang keberatan, masih banyak warga lainnya yang protes.

Bentuk protes yang dilakukan warga ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Desember lalu. Mereka meminta agar pembangunan tower ini dipindahkan dari tempat pemukiman warga. 

Namun belakangan hal ini warga terpecah, setelah pihak PT H3I melalui warga melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Padahal masyarakat setempat mengharapkan sosialisasi tersebut langsung dilakukan pihak pemilik tower. Tapi itu tidak dilakukan, justru masyarakat mengaku diancam para pekerja.

"Kita sekarang ini tidak nyaman lagi. Sekarang masyarakat sudah terpecah. Karena ada yang mendukung dan ada yang tidak," kata salah seorang di Gang Madrasah, Kamis (6/2/2014).

Disebutkannya, untuk mendapatkan dukungan dalam pembangunan tower ini memang sudah ada pertemuan beberapa kali di rumah pemilik lahan yang dibangun tower tersebut serta di kantor kelurahan. Pertemuan yang dihadiri sekira 16 orang tersebut, tujuh diantaranya merupakan masyakat yang tinggal dengan mengontrak rumah.

"Bukan warga asli semuanya dan rumahnya ada juga yang jauh dari pembangunan tower ini," timpal Dwi seraya mengharapkan pembangunan tower yang di bangun sejak awal Januari lalu, dihentikan.

Keresahan serupa dirasakan Dani, warga setempat. Warga khawatir tower akan roboh dan mengancam keselamatan warga.

Secara terpisah, Aan perwakilan PT H3I di Medan mengaku pihaknya sebenarnya sudah melakukan sosialisasi pembangunan tower tersebut. "Sudah disampaikan ke masyarakat," katanya seraya menambahkan mereka sudah mengundang warga, namun undangan yang disampaikan dianggap tidak resmi. (BS-021)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura

Peristiwa

Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak

Peristiwa

Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan

Peristiwa

Tujuh Warga Ditetapkan Sebagai Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai, Meliana Sebagai Saksi

Peristiwa

Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa

Peristiwa

Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara