Medan, (beritasumut.com) – Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono mengunjungi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo diwarnai aksi unjukrasa di Medan, Kamis (22/1/2013).
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam dalam Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara melakukan aksi unjukrasa di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Medan.
Dengan membawa spanduk bertuliskan "SBY Memiskinkan Masyarakat Sumut" mereka menolak kehadiran SBY di Sumut.
Ketua Badko HMI Sumut Anggia Ramadhan menyatakan, kedatangan SBY ke Sumut dinilai tidak mempunyai manfaat, terutama bagi masyarakat pengungsi Sinabung.
"Kenapa bencana Gunung Sinabung yang telah berlangsung selama 4 bulan lebih, SBY baru datang. Kedatangan SBY sudah terlambat. Ini sama saja SBY melakukan pembiaraan dan turut berpatisipasi dalam memiskinkan masyarakat Sumut. Padahal Sumut memeliki potensi yang besar dari hasil pertambangan, pertanian, perkebunan dan disetor ke pusat," katanya.
Dikatakannya, dalam membangun Sumut saat ini hanya mengandalkan pemasukan dari sektor pajak. "Seharusnya ada bagi hasil dari tiga sektor pertambangan, pertanian, dan perkebunan," sebutnya.
Menurutnya, bila provinsi ini tidak dianaktirikan maka tidak akan ada jalan rusak, infrastruktur dam sarana pendidikan memadai.
Terkait bencana alam erupsi Sinabung, SBY tidak cepat tanggap. Sebab, bencana itu sudah berlangsung sejak 2010.
"Kondisi pengungsi sangat memprihatinkan dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Apalagi kerugian akibat letusan Gunung Sinabung diperkirakan mencapai Rp1,7 triliun, karena sudah meluluhlantakkan desa di sekitar Gunung Sinabung," katanya.
"Artinya kedatangan SBY sudah terlambat dan tidak bermanfaat apapun bagi para pengungsi bencana alam erupsi Gunung Sinabung, melainkan hanya agenda-agenda politis yang dibangun SBY terkait kepentingan politik," tandasnya. (BS-001)