Wamenkes Akan Disambut Demo di Madina

Redaksi - Senin, 13 Januari 2014 19:07 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir012014/beritasumut_Faisal-Ardiansyah2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dok
Faisal Ardiansyah Chaniago

Panyabungan, (beritasumut.com) – Majelis Mahasiswa Mandailing Natal (M-Four Madina) akan berunjukrasa menyambut kedatangan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia Ali Gufron Mukti ke Kabupaten Madina.

Hal itu disampaikan Ketua Umum M-Four Madina Faisal Ardiansyah Chaniago di Panyabungan, Senin (13/1/2014). 

Dikatakannya, pihaknya mendukung kedatangan Wamenkes Ali Gufron Mukti ke Madina. Unjukrasa dilakukan karena Dinkes Madina yang dipimpin Ismail Lubis dinilai carut marut.

 

Wamenkes datang ke Madina dalam rangka sosialisasi BPJS Kesehatan. Unjukrasa nantinya akan mengerahkan 100-an mahasiswa yang selama ini getol menyoroti masalah kesehatan di Madina.

Unjukrasa ini untuk membuktikan pernyataan Faisal selama ini di media terkait carut marutnya pelayanan kesehatan di Madina. 

Faisal juga ingin menagih janji Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution yang selama ini sering mengatakan akan mencopot Pejabat Madina yang korup dan bermasalah di hadapan Wamenkes.

Disamping itu Faisal juga ingin mempertanyakan kepada Wamenkes apakah ada kebijakan Kemenkes terkait pemotongan dana Jampersal, Jamkesmas dan BOK sebagaimana dikeluhkan bidan dan petugas kesehatan selama ini.

Faisal juga mengatakan, selama Ismail Lubis masih menjabat Plt Kadiskes maka visi Madina Sehat tidak akan pernah terwujud. 

Kedatangan Wamenkes dinilai hanya akan sia-sia dan hanya menjadi ajang seremonial yang dimanfaatkan untuk ajang cari muka.

Faisal lantas membeberkan sejumlah permasalahan yang diduga melibatkan Ismail Lubis yakni pengadaan alkes Tahun 2008 sebesar Rp6.993.273.053 yang diduga merugikan negara sebesar Rp859.761.750. Kasus ini sampai sekarang masih diproses Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kemudian dugaan pemotongan dana Jampersal, Jamkesmas dan BOK selama Tahun 2013 berdasarkan keluhan para bidan dan petugasnya berkisar antara 10 hingga 15 persen. Pengutipan pindah tugas bidan PTT yang sangat memberatkan antara Rp2 juta sampai Rp3 juta. Serta adanya keluhan beberapa kapus atas tingginya uang pengambilan ambulance untuk operasional puskesmas sekitar Rp10 juta per unit.

Lalu carut marutnya pelayanan dan kinerja petugas baik di dinkes maupun di puskesmas yang menunjukkan ketidakmampuan Ismail membina kedisiplinan pegawai serta adanya dugaaan penjualan obat-obaan ke apotek oleh oknum tertentu.

Oleh karena itu Faisal meminta keseriusan Plt Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution untuk membuktikan ucapannya selama ini jika ingin memperbaiki kesehatan di Madina sesuai visi misinya dulu. 

“Dalam unjukrasa nanti kita juga ingin menyampaikan langsung ke Wamenkes supaya dana bantuan pusat untuk Dinkes Madina seperti DAK, BOK dan lainnnya agar dikaji ulang selama Ismail Lubis masih menjabat Plt Kadis,” tegasnya.

Berbagai hal tersebut dianggap penting untuk disampaikan kepada Wamenkes agar kejadian seperti Tahun 2008 tidak terulang terutama dana untuk pengadaan alkes, tandasnya. (BS-026)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Misi Operasi Jantung di RSUPHAM, Wamenkes dan Dubes Saudi Beri Apresiasi

Peristiwa

Wakil Menteri Kesehatan Kunjungi Layanan Eksekutif Rumah Sakit Adam Malik Medan

Peristiwa

Wakil Menteri Kesehatan Tinjau IGD dan IRJ RSUPHAM

Peristiwa

Saksi Pelapor Sakit Tak Bisa Bicara, Bupati Madina untuk Sementara Aman

Peristiwa

Empat Daerah di Sumut Belum Ambil Vaksin Meningitis untuk Calon Jamaah Haji

Peristiwa

Dinkes Kota Medan Tunjuk 21 Puskesmas Layani Vaksin Meningitis Calon Jamaah Haji