Medan, (beritasumut.com) – Zulkifli Batubara, seorang pasien korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia diduga akibat buruknya layanan Rumah Sakit Pirngadi, Medan, Ahad (12/1/2014) sore.
Isak tangis keluarga pecah saat melihat jenazah Zulkifli di RS Herna, Medan. Mereka menyesalkan tidak optimalnya perawatan di RS Pirngadi yang dituding sebagai penyebab meninggalnya anggota keluarga mereka.
Kekesalan keluarga Zulkifli bermula saat korban kecelakaan lalu lintas ini dibawa ke rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan itu, Sabtu (11/1/2014) malam. Korban menderita luka luar dan luka dalam akibat sepeda motor yang dikendarainya ditabrak sepeda motor lain.
Di rumah sakit pelat merah tersebut, korban mendapatkan berbagai pemeriksaan dari pemeriksaan darah hingga scan abdomen atau pemeriksaan bagian dalam perut.
Setelah mengetahui gangguan pendarahan pada bagian hati yang sudah parah, tim medis menyarankan segera dilakukan operasi. Pihak keluarga pun menyetujuinya. Namun operasi tidak bisa dilakukan karena alat ventilator di ruang operasi tidak berfungsi.
Akibatnya pihak rumah sakit hanya dapat melakukan observasi dan pemeriksaan hingga 14 jam lamanya karena tindakan medis lanjutan tidak bisa dilakukan.
Menurut Hendri Fauzi, keluarga pasien yang mengikuti perkembangan pasien di IGD RS Pirngadi, kemungkinan terburuk kalau terjadi pendarahan di perut menurut hasil analisa lab, maka akan dilakukan operasi. Namun ketika keputusan harus mengoperasi pasien tersebut diambil, pihak rumah sakit malah menyatakan ketidaksiapan alat ventilator yang akan digunakan pasca operasi.
Kesal mendengar kondisi ini, pihak keluarga memilih untuk merujuk pasien yang sudah dalam keadaan sekarat dengan tubuh pucat ke RS Herna yang menyediakan alat bantu ventilator. Namun setibanya di IGD RS Herna, kondisi pasien Zulkifli semakin parah dan memburuk hingga saat dilakukan pompa jantung akibat kondisi yang sekarat, ternyata Zulkifli sudah meninggal dunia.
Isak tangis pun terdengar di ruang IGD RS Herna setelah dokter resmi mengatakan bahwa Zulkifli sudah tidak bernyawa lagi. Jenazah pasien langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Jalan Pimpinan Gang Tabah, Medan. (BS-001)