Sinabung Telah 254 Kali Meletus

Redaksi - Jumat, 10 Januari 2014 19:44 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir012014/beritasumut_Sutopo3.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Dok
Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho

Medan, (beritasumut.com) – Aktifitas letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Tanah Karo, masih tinggi. Berdasarkan data PVMBG, sejak Sabtu (4/1/2014) hingga Jumat (10/1/2014) telah terjadi letusan sebanyak 254 kali. Gempa hybrid masih mendominasi yaitu mencapai 9.403 kali dalam sepekan terakhir. Ini mengindikasikan bahwa pembentukan kubah lava sangat intensif. Begitu pula guguran awan panas telah terjadi 643 kali. Diperkirakan G Sinabung masih akan terus meletus dalam waktu dekat.

 

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan pendek, Jumat (10/1/2014) malam.

Dijelaskan, pada hari ini terjadi 24 letusan yang diikuti oleh awan panas dan tinggi letusan 300-4.000 meter ke arah Utara. Luncuran awan panas sejauh 1.500-4.500 m ke arah Tenggara-Selatan. Status level IV (Awas) dengan radius 5 km dan 7 km di sisi tenggara harus kosong dari aktivitas penduduk.

 

Pengungsi saat ini 24.949 jiwa (7.785 KK) tersebar di 37 titik pengungsian. Ada 5 titik pengungsian baru yaitu Jambur Siabang-abang (1.192 jiwa, 367 KK), Losd Lau Gumba (507 jiwa, 175 KK), Lapangan futsal Lau Gumba (894 jiwa, 326 KK), GBKP RG Sumbul (311 jiwa, 100 KK), dan Gereja Adven Sumbul (265 jiwa, 78 KK). Di kelima titik pengungsian ini masih terjadi kekurangan logistik dan layanan lain. 

Pengungsi tidak menempati Jambur yang sudah tersedia sarana kebutuhan sehari-hari karena mahalnya biaya sewa jambur. Rata-rata Jambur milik perorangan yang sewanya Rp2,4 juta/hari sehingga Satgas Tanggap Darurat kesulitan untuk membiayainya. Jambur sehari-hari digunakan untuk perkawinan, upacara adat atau kemasyarakatan sehingga ketika digunakan untuk pengungsi, pemilik keberatan dan rugi.

 

Sekda Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Nurdin Lubis, Kalaksa BPBD Sumut Asren Nasution dan Sekda Karo menghadap Kepala BNPB Syamsul Maarif dan Pejabat BNPB untuk membicarakan penanganan bencana Gunung Sinabung pada Jumat (10/1/2014). Pemprov Sumut dan BNPB akan terus membantu Pemkab Karo. BNPB akan memenuhi permintaan Bupati Karo sesuai pengajuan untuk penanganan pengungsi Gunung Sinabung. Bupati selaku penanggung jawab harus memimpin rakyatnya mengatasi bencana. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Polsek Medan Timur Bantu Pratu Gilang Fajar, Anggota TNI yang Alami Kebutaan Akibat Erupsi Gunung Sinabung

Peristiwa

Banyak Ikan 'Mabuk' di Sungai Wampu, Ini Penjelasan Kadis LH Lingkungan Hidup Langkat

Peristiwa

JNE Bantu Warga Terdampak Erupsi Sinabung

Peristiwa

Sinergitas TNI-Polri dan Tim Gabungan Bersihkan Debu Erupsi Gunung Sinabung di 4 Kecamatan

Peristiwa

Erupsi Gunung Sinabung, PPPA Daarul Qur’an Medan Bergegas Menuju Lokasi Bencana

Peristiwa

Erupsi Sinabung, Polres Simalungun Bagikan Masker kepada Masyarakat Kecamatan Raya