Medan, (beritasumut.com) – Satu unit rumah semi permanen di Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, ludes dilalap si jago merah, Kamis (9/1/2014) sekitar pukul 12.30 WIB.
Menurut Liza (32), tetangga yang tinggal persis di samping rumah yang terbakar, api diduga berasal dari bensin dan solar di rumah milik Tina yang terbakar tersebut.
"Rumah Bu Tina yang terbakar itu, Bang. Dia jualan bensin dan solar. Saya sempat mendengar suara ledakan tadi," ujarnya dengan wajah pucat ketakutan.
Sedikitnya delapan unit mobil Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran Pemko Medan diturunkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Pantuan wartawan, musibah kebakaran itu menjadi tontonan warga. Banyak warga dan pengendara roda dua yang menghentikan laju kendaraannya sejenak untuk menyaksikan peristiwa itu.
Salah seorang warga setempat, Wina (21) mengaku baru mengetahui ada kebakaran itu setelah mendengar suara orang ramai di luar rumahnya.
"Tadi lagi di rumah, Bang. Ramai sekali di sini. Kulihat lah, Bang, ke luar rupanya ada kebakaran," ujarnya.
Akibatnya, jalan protokol di sekitar lokasi kejadian menjadi sangat macet. Hal ini karena banyak pengendara roda dua dan empat yang menghentikan laju kendaraannya, bahkan tak sedikit pengendara yang sengaja memarkirkan kendaraannya di sana.
Tak sampai disitu, terlihat pula api turut menyambar tiang listrik yang berada tepat didepan rumah yang terbakar tersebut.
Api baru dapat dijinakkan setelah satu jam petugas pemadam kebakaran berusaha menjinakkan api.
Melihat kejadian itu, Kepling Lingkungan III Husain pun menelepon pihak PLN untuk segera mematikan aliran listrik, karena takut api akan merembet ke rumah lainnya.
"Rumah Udin dan Tina istrinya yang terbakar. Saat itu istrinya sedang memasak di dapur, namun ada solar dan bensin di belakang itu, karena mereka jualan itu. Saya rasa api dari kompor itu yang menyambar bensin," katanya.
Dijelaskannya, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.
"Mereka semua selamat, tapi kerugian ditaksir ratusan juta rupiah karena tidak ada harta benda yang dapat diselamatkan," katanya. (BS-001)