Medan, (beritasumut.com) – Seratusan pedagang buku Lapangan Merdeka, Medan, kembali berunjukrasa di depan Balaikota Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Jumat, Kamis (12/12/2013).
Kedatangan pengunjukrasa yang tergabung dalam Front Rakyat Bersatu menyampaikan aspirasi mereka menolak rencana Pemko Medan melakukan relokasi terhadap pedagang buku bekas yang berjualan di sisi timur Lapangan Merdeka atau Sepatu Roda.
Dalam aksinya, para pedagang buku memblokir badan jalan sehingga menyebabkan kemacatan cukup panjang selama dua jam. Namun unjukrasa ini tidak mendapatkan tanggapan serius dari Pemko Medan.
Wakil Koordinator Aksi Manasar Panjaitan menyatakan seharusnya Pemko dan DPRD Medan bukan merelokasi pedagang buku tetapi merevitalisasi agar menjadi salah satu aset budaya Kota Medan.
Alasannya, keberadaan mereka di Lapangan Merdeka merupakan hasil rekomendasi DPRD Medan Tahun 2003 yang kemudian disahkan Walikota Medan Abdillah dengan mengeluarkan SK No: 510/1034/K/2003 Tanggal 18 Juli 2003.
Sementara Ajo, salah seorang pedagang buku menyatakan tidak mau pindah karena para pedagang buku yang kini telah pindah ke Jalan Pegadaian hingga saat ini belum mendapatkan legalitas.
Akhirnya para pedagang buku membubarkan aksinya karena tak mendapatkan kepastian dari pejabat Pemko Medan. (BS-021)