Medan, (beritasumut.com) – Pro kontra pemakaian jilbab bagi polisi wanita muslimah terus berlanjut. Puluhan mahasiswi yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Sumatera Utara menggelar aksi pengumpulan koin mendukung penggunaan jilbab bagi polisi wanita di persimpangan Jalan M Yamin-Jalan Aksara, Medan, Senin (9/12/2013).
Dengan membawa kotak bertuliskan “Koin Peduli Jilbab Polwan”, para mahasiswi ini menghampiri dan berharap pengendara yang melintas di jalan tersebut bersedia menyisihkan uang recehannya untuk membantu Mabes Polri yang mengaku tidak memiliki anggaran menyediakan penyeragaman jilbab bagi polisi wanita muslimah.
Dalam aksinya, para mahasiswi juga mengusung sejumlah poster berisi kecaman terhadap penundaan penggunaan jilbab. Mereka juga mendukung sepenuhnya disegerakannya penggunaan jilbab bagi polwan sebagai upaya menjalankan perintah Allah.
Mereka mendesak pemerintah segera turun tangan mendukung kebijakan penggunaan jilbab bagi polwan muslimah dengan menyediakan anggaran.
Koordinator Aksi Rida Sari, sangat menyesalkan adanya penundaan penggunaan jilbab bagi polwan muslimah hanya karena beralaskan ketiadaan dana demi penyeragaman.
"Penggunaan jilbab itu hak asasi manusia. Masalah anggaran itu kami duga hanya alasan untuk penolakan penggunaan jilbab bagi polwan muslimah," tukas Rida.
Berdasarkan alasan tersebutlah FLSDK turun ke jalan membawa kotak untuk mengumpulkan sumbangan dari masyarakat. Rencananya koin hasil sumbangan warga Kota Medan ini akan diserahkan ke Polresta Medan untuk membantu anggaran pembelian jilbab bagi polwan muslimah. (BS-001)