Panyabungan, (beritasumut.com) – Penggunaan dana hibah untuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Periode 2011-2013, dipertanyakan.
Hal tersebut disampaikan Ucok Kilat salah satu pengurus teras Pemuda Pancasila Madina di Panyabungan, Ahad (8/12/2013).
Dikatakannya, mengingat masa jabatan Ketua KNPI Madina yang sekarang sudah mau habis, perlu dipertanyakan kemana saja dana hibah tersebut digunakan. Sementara dana hibah dari pemerintah terus mengalir untuk DPD KNPI Madina.
“Informasi yang kita ketahui dana hibah yang sudah masuk ke DPD KNPI Madina selama Periode 2011-2013 mencapai Rp300 juta, namun kemana uang itu digunakan kita belum tahu. Kita sabagai OKP yang turut mendukungnya (Ketua KNPI Madina sekarang) dulu perlu untuk mempertanyakannya,” sebutnya.
Ucok juga berharap Kejaksan Negeri Panyabungan memeriksa Ketua KNPI Madina yang telah menggunakan dana hibah dari Pemkab Madina. Dana tersebut harus dipertanggungjawabkan, tegasnya.
“Dari amatan kita, KNPI Madina sekarang belum ada berbuat, apalagi untuk pemuda Madina. Untuk mengembangkan bakat-bakat pemuda di Madina ini saja kita tidak pernah dengar,” imbuhnya.
Parahnya lagi, Pengurus KNPI Madina “pecah” sehingga membuat KNPI Madina tidak kunjung harmonis. Diduga hal tersebut terjadi akibat kurang mampunya Ketua KNPI Madina Mulyadi Nasution memimpin KNPI Madina.
“Untuk itu kita berharap di musda yang akan datang, peserta musda lebih jeli memilih Ketua KNPI Madina, jangan lagi seperti yang sekarang ini. Kita menilai yang sekarang gagal memimpin KNPI Madina,” tandasnya. (BS-026)