Panyabungan, (beritasumut.com) – Rencana Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Mandailing Natal melaksanakan Kemah Bakti Pemuda tampaknya kurang mendapat respek positif dari Organisasi Kemasyarakatn Pemuda (OKP). Bahkan sejumlah OKP sudah menyatakan akan memboikot kegiatan yang akan dilaksanakan di Kecamatan Puncak Sorik Merapi, Madina, Sabtu (7/11/2013).
Aksi boikot ini dilakukan karena para pengurus OKP di Madina menilai kegiatan ini tidak bermanfaat bagi pembinaan kepemudaan. Selain itu kegiatan ini juga dianggap hanya sebagai wadah bagi Pimpinan DPD KNPI Madina untuk mencari keuntungan pribadi dalam mengkotak katik anggaran Pembinaan Kepemudaan di Madina, sebut Ketua SAPMA PP Madina Aswadi Nasution di Panyabungan, Jumat (6/12/2013).
Pihaknya akan memboikot acara ini dengan cara tidak mengirimkan utusan. Aswadi juga mengajak para OKP lain untuk melakukan aksi serupa terhadap kegiatan ini.
"Ini kegiatan ecek-ecek, ngapain kita ikut. Lagi pula kita sudah melihat sejak proses awal kegiatan ini terkesan dilaksanakan hanya untuk mencairkan anggaran dari kas daerah," tuding Aswardi.
Lebih lanjut Aswardi mengatakan, dari pengamatannya, susunan kepanitian acara ini juga tidak jelas, alias hanya dikerjakan oleh sekelompok oknum tanpa melibatkan seluruh Kepengurusan KNPI yang ada. " Panitianya saja sudah tidak jelas, apalagi acaranya nanti," tambah Aswardi.
Sementara itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Mandailing Natal juga berencana memboikot acara ini. Alasannya pun hampir sama dengan apa yang di sampaikan oleh OKP lainnya. KAMMI menilai kegiatan ini lebih bertujuan untuk kepentingan politik pimpinan KNPI Madina dalam percaturan politik 2014 mendatang.
"KAMMI Madina tidak akan ikut serta, karena kegiatan ini tidak mempunyai tujuan yang jelas. Alasannya sederhana, karena menilai kegiatan ini tidak bermanfaat," kata Sekretaris KAMMI Madina Syukur Saleh. (BS-026)