Sengketa Lahan, Warga dan Tentara Bentrok di Deli Serdang

Redaksi - Kamis, 05 Desember 2013 11:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/dir122013/beritasumut_Demo2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
Google
Ilustrasi

Beringin, (beritasumut.com) – Warga Desa Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, bentrok dengan Prajurit TNI dan Polri, Rabu (4/12/2013) sekira pukul 15.00 WIB. Bentrokan dipicu sengketa lahan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bentrokan dipicu sengketa lahan seluas 149 hektare yang satu dinding dengan Bandara Kualanamu Internasional yang diklaim milik Primkopad Kodam I/Bukit Barisan.

Namun pengakuan pihak Koperasi TNI AD itu tidak serta merta diakui warga. Para warga mengaku sudah puluhaan tahun menempati lahan itu.

Karena tak kunjung ada kesepahaman, Primkopad kemudian menawarkan ganti rugi kepada warga dengan harga satu rante Rp4 juta. Apabila ada rumah, maka diganti dengan rumah tapi tidak sesuai dengan ukuran yang dimiliki warga.

Tawaran itu kembali ditolak warga karena harga yang ditawarkan dinilai tidak sesuai. Apalagi lahan tersebut merupakan mata pencarian mereka untuk menghidupi keluarga.

Karena tak ada solusi, selanjutnya sepasukan TNI dari Kodim 0204 dibantu Polres Deli Serdang turun ke lokasi.

Melihat kedatangan TNI itu, warga petani yang didomisili di lokasi itu langsung melakukan aksi menolak pengusuran paksa tersebut.

Awalnya, aksi yang dilakukan omak-omak itu berjalan tertib. Akan tetapi ketika beko diturunkan ke lokasi lahan sengketa, para omak-omak langsung melakukan penghadangan dengan cara membiarkan diri mereka ditabrak. Akibatnya warga dan Prajurit TNI maupun Polri terlibat baku hantam dan lempar lumpur hingga satu jam lamanya.

Begitu suasana mulai tenang, para omak-omak kembali melakukan perlawanan dengan membuka baju mereka sehingga menyebabkan pasukan Polri dan TNI itu mundur dan selanjutnya berusaha melakukan mediasi kembali.

“Kami bukan cari kaya akan tetapi kalau ganti rugi dengan uang segitu tanah mana bisa dibeli untuk menggantinya,” terang omak-omak tersebut.

Karena suasana makin panas, Wakapolres Deli Serdang Kompol Yodo dan Letkol CH Chaniago menarik mundur pasukannya. (BS-001)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pemuda Muhammadiyah Deli Serdang Anggap Isu BPK di Deli Serdang Kacangan

Peristiwa

Keracunan Roti, DPRD Deli Serdang Diminta Segera Panggil Sari Roti

Peristiwa

Tujuh Warga Ditetapkan Sebagai Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai, Meliana Sebagai Saksi

Peristiwa

Pasca Kerusuhan di Tanjungbalai, Aparat Negara Minta Masyarakat Menahan Diri

Peristiwa

Bentrok Warga di Tanjung Balai, Kapolri Pastikan Suasana Sudah Kondusif

Peristiwa

Gara-gara Pagar, Ratusan Warga Serang Polres Tanah Karo