Panyabungan, (beritasumut.com) – Sebanyak 21 pelajar berbagai sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terjaring razia operasi kasih sayang yang dilakukan Satpol PP Pemkab Madina, Kamis (28/11/2013). Siswa kebanyakan dijaring di warnet saat jam belajar.
Kakan Satpol PP Madina Hendra Edisa Putra AP MM kepada wartawan menyampaikan, operasi kasih sayang yang dilaksanakan kali ini menjaring 21 pelajar dari berbagi sekolah.
Para pelajar hampir seluruhnya diamankan dari warung internet (Warnet). Mereka main internet saat jam belajar sekolah. Dari 21 siswa tersebut satu diantaranya perempuan.
“Kita akan memberikan pembinaan terhadap pelajar yang kita jaring ini. Kasat Binmas Polres Madina akan datang untuk memberikan pembinaan kepada pelajar. Seterusnya mereka akan kita serahkan ke Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Kemudian pihak Dinas Pendidikan yang akan memanggil kepala sekolah dan orang tua murid yang terjaring agar mereka memberikan pelajaran dan nasehat kepada siswa-siswi tersebut.
Sementara Kasat Bimas Polres Madina AKP Aswin Noor Nasution dalam arahannya kepada 21 pelajar yang terjaring razia di Kantor Satpol PP Madina, berharap cukup sekali para siswa terjaring razia.
“Apakah kalian tidak sedih melihat orang tua kalian yang bersusah payah cari duit untuk menyekolahkan kalian, namun kalian bolos hingga terjaring razia Satpol PP,” tanyanya.
Ditambahkannya, zaman sekarang cukup enak mencari ilmu ini, tidak seperti dulu yang tidak banyak dapat bantuan dari pemerintah. Untuk sekolah saja dulu harus cari duit sendiri.
“Nah ini kalian, banyak bantuan sehingga sekolah pun digratiskan, namun kalian masih bermalas-malasan untuk sekolah,” ujarnya.
Sekali lagi Kasat Binmas berharap cukup kali ini para pelajar tersebut terjaring razia. Petiklah hikmah kejadian ini. Belajarlah dengan baik, karena para pelajar adalah penerus bangsa, tandasnya.
Asisten I Tata Praja Pemerintah Kabupaten Madina Musaddad Daulay juga memberikan pengarahan kepada 21 pelajar yang terjaring razia. Disebutkan, para pelajar adalah aset emas bangsa, oleh karena itu harus belajar bukannya bolos.
“Lihatlah orang tua kalian yang berjuang di bawah panas matahari demi menyekolahkan kalian, itu pun masih kalian sia-siakan dengan bolos sekolah. Fasilitas untuk meraih pendidikan sekarang sudah cukup banya, jadi manfaatkanlah itu,” harap Asisten.
Bagaimana mungkin bisa jadi bupati, camat, atau pemimpin kalau sekolah pun bolos. Belajarlah dengan baik, lihatlah orang tua yang berjuang untuk menyekolahkan anaknya, paparnya.
“Untuk mengubah hidup kalian itu kalian sendiri, keluarga miskin belum tentu anaknya miskin. Sebaliknya keluarga kaya belum tentu anaknya kaya. Untuk mengubah itu semua kalian harus berjuang. Kalian harus bisa jadi pemimpin 20 tahun mendatang,” tegasnya. (BS-026)